Surabaya (Antara Jatim) - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo menilai sebuah hal yang berlebihan melarang KRI "Usman-Harun" melintasi perairan Singapura. "Kalau larangan itu tetap diterapkan, menurut saya kok berlebihan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Jumat. Pramono Edhie bahkan tidak ragu meminta pemerintah Indonesia agar kapal perang Singapura juga tidak boleh berlayar di wilayah perairan Tanah Air. Adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui mendengar informasi bahwa KRI "Usman-Harun" dilarang melintasi perairan dan memasuki teritori Singapura, termasuk pelabuhan dan pusat pangkalan angkatan laut. Menurut pemerintah Singapura, penggunaan nama "Usman-Harun" dapat membuka luka lama negaranya dan mendesak agar pemerintah Indonesia mengubah penamaan kapal perang tersebut. Meski begitu, sejauh ini desakan pemerintah Singapura agar nama kapal perang itu diganti tidak diindahkan oleh pemerintah Indonesia. Menurut Pramono Edhie, yang juga satu peserta calon presiden konvensi dari Partai Demokrat tersebut, Singapura tidak berhak mengatur Indonesia dalam pemberian nama KRI. "Penamaan KRI bentuk penghormatan Indonesia kepada pahlawan yang diabadikan dan tidak boleh diintervensi oleh negara lain," kata dia. Ia menilai, Singapura yang akan dirugikan kalau peraturan tersebut diberlakukan. Sebab, lanjut dia, selain wilayahnya kecil, kapal perang Indonesia juga jarang mengarungi wilayah laut Singapura. Justru kapal perang mereka yang sering memasuki wilayah laut Indonesia. "Kami berharap pemerintah Singapura bisa paham dengan kondisi seperti ini dan tidak mempengaruhi hubungan baik kedua negara yang selama ini sudah terjalin erat," katanya. (*)
Berita Terkait
KSAD pimpin sertijab mantan Karo Humas Kemenhan jadi Danseskoad
3 Desember 2024 09:29
Mantan KSAD sebut Prabowo layak dapatkan gelar jenderal kehormatan
3 Juni 2024 10:48
Mantan Dandim Kendari ikhlas menerima keputusan KSAD
12 Oktober 2019 15:23
Menhan Ryamizard tegaskan tak ada lagi 01 dan 02 di depan Purnawirawan
19 Juni 2019 12:37
Mantan KSAD George Toisutta tutup usia
12 Juni 2019 11:47
Mantan KSAD: Indonesia Jangan Bergantung Luar Negeri
25 Maret 2014 15:54
Pramono Edhie: Hukum Tidak Boleh Pandang Bulu
7 Maret 2014 19:54
Pramono Edhie: Putra Daerah Potensi Bangun Perbatasan
25 Februari 2014 19:35
