Surabaya (Antara Jatim) - Nuansa merah masih menjadi salah satu syarat wajib masyarakat Etnis China di Indonesia hingga skala internasional tatkala menyambut Hari Raya Imlek, terutama saat ini merupakan pergantian tahun dari 2564 (Tahun Ular Air) menuju 2565 (Tahun Kuda Kayu). Termasuk di Surabaya, di mana dari berbagai lapisan penduduk Kota Pahlawan maka warga China atau yang sering dikenal sebagai Tionghoa turut memerahkan Ibu Kota Jawa Timur dengan segala pernak-pernik imlek. Mulai aneka batang Pohon Sakura, lampion, hingga kertas angpao semua didominasi warna merah. Untuk itu, sejak "H-14" atau dua pekan jelang Imlek Tahun 2565 yang tahun ini jatuh pada tanggal 31 Januari 2014, mayoritas masyarakat China tak kenal lelah melangkahkan kakinya di surga belanja beragam pernak-pernik imlek yakni di Pasar Atom yang merupakan kawasan Pecinan di Surabaya. Dengan diiringi alunan lagu berbahasa Tionghoa yang sengaja diputar oleh sejumlah pemilik gerai pernak-pernik imlek, suasana ramai dan antrean konsumen di meja kasir di Pasar Atom masih dapat dianulir oleh setiap pengunjung. "Antre seperti sekarang tidak masalah. Yang penting, dapat barang sesuai harapan dan sesampainya di rumah bisa mulai memasang berbagai hiasan imlek tersebut," kata konsumen pernak-pernik imlek, Vina Mustika Sari di Pasar Atom Surabaya, Jatim. Saat melakukan transaksi pembelian, biasanya dalam hati pembeli banyak bermunculan pertanyaan yang menunjukkan kebingungan, terutama konsumen perempuan. Misalnya, ketika harus memilih aksesoris A atau B, mahal tidaknya harga produk, serta apakah memang pantas pernak-pernik imlek itu dipajang untuk mempercantik rumah masing-masing. Selain itu, ada juga beberapa konsumen yang sengaja tidak melihat-lihat pernak-pernik imlek melainkan justru membeli perlengkapan sembahyang dan makanan untuk disajikan menjamu tamu di rumahnya. Bahkan, ada sejumlah konsumen justru sempat menyisihkan dana khusus untuk belanja di pasar yang menyajikan berbagai pesona transaksi perdagangan. Contoh, mulai dari barang tradisional hingga produk impor tersebut. Ada pula konsumen yang notabene bukan berasal dari etnis China juga tampak membeli beberapa pernak-pernik imlek. Misalnya, sepasang lampion dan hiasan berwarna merah lain yang jarang dijumpai pada hari raya selain imlek. Meski sekadar cuci mata di Pasar Atom, ketika ada aksesoris imlek yang menarik merekapun ikut merasakan euforia Tahun Baru China di kediaman masing-masing. Konsumen itu juga tanpa terpaksa mengeluarkan dananya demi mempunyai barang tersebut. Penjualan Meningkat Sejak awal tahun besarnya animo masyarakat Tionghoa dan non-Tionghoa menjelang Imlek Rahun 2565, memberi keuntungan tersendiri bagi penjual pernak-pernik imlek di Pasar Atom Surabaya. Kondisi itu, otomatis ikut mempengaruhi angka penjualan pernak-pernik imlek di Pasar Atom Surabaya di mana rata-rata mengalami peningkatan antara 20 persen hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu. Faktor penyebabnya, tak lain adalah masih berlakunya hukum ekonomi yaitu "supply and demand". Di samping itu, hal tersebut juga dipengaruhi semakin beragam pernak-pernik imlek yang dijual oleh setiap penjual. Salah satu penjaga toko pernak-pernik imlek di Pasar Atom Surabaya, Enni S, mengemukakan, pada imlek tahun ini besaran penjualan bisa meningkat menjadi Rp10 juta per hari. Kala akhir pekan, angka tersebut kian meningkat menjadi Rp15 juta per hari. Sementara itu di sudut gerai lain, seperti Toko Orchid yang menjual berbagai macam pernak-pernik imlek terlihat sejumlah penjaga toko sedang mengutak-atik barang dagangan agar menarik perhatian pembeli. Mereka juga membersihkan debu-debu halus di batang pohon sakura dan aneka lampion. Kemudian, mereka mulai menata kertas angpao yang memiliki beragam desain. Seperti bergambar tokoh kartun Hello Kitty, Angry Bird, boneka, dan kuda yang menjadi lambang tahun Imlek 2565. Selain itu, ada beberapa hiasan gantung yang juga dibersihkan oleh mereka. Mengenai harga, sejumlah pernak-pernik imlek tersebut ditawarkan dengan patokan bervariasi. Contohnya, berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp75 ribu untuk satu unit lampion kertas bergambar. Lalu, lampion dengan bahan utama kain beludru dijual sekitar Rp200 ribu per unit sedangkan lampion jenis violet dilepas dengan harga Rp15 ribu per unit. Kasir Toko Orchid, yang biasa dipanggil Lin mengatakan, harga hiasan Bunga Sakura senilai Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per unit dan aneka hiasan gantung ditawarkan dengan harga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per unit. Jika dibandingkan dengan harga tahun lalu maka ketentuan harga tahun ini ada kenaikan, tapi konsumen tidak perlu khawatir karena mereka masih berhak menawar. Secara umum, transaksi belanja di gerai tersebut saat ini bisa dikatakan lumayan santai. Kecuali, pada akhir pekan yakni Sabtu atau Minggu semakin banyak orang yang datang. Mayoritas pengunjung membeli pernak-pernik imlek seperti lampion, Bunga Sakura, dan kertas angpao. Ikon Surabaya Seperti sebelumnya, laiknya agenda tahunan maka imlek menjadi salah satu momentum penting bagi Pasar Atom sebagai Ikon Tahun Baru China di Kota Pahlawan untuk memperindah pusat perdagangan tersebut. Direktur PT Prosam Plano, Didi Woelyadi Simson selaku pengelola Pasar Atom, membenarkan, guna menyambut Imlek 2565 pihaknya bersama seluruh karyawan berupaya mempercantik setiap titik di pusat perbelanjaan itu. Salah satunya didekorasi dengan nuansa Etnis China, semisal memperbanyak warna merah. Segala persiapan itu sengaja dilakukan sejak dini mengingat Pasar Atom Surabaya masih menjadi sentra perdagangan yang banyak didatangi beragam konsumen. Pada umumnya, mereka memang berniat belanja berbagai kebutuhan untuk menyambut tahun baru China. Apalagi, sampai sekarang pasar itu tetap menjadi favorit komunitas masyarakat China. Didi yang kini Plt Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim menambahkan, dengan semakin tingginya animo pasar maka jumlah pengunjung di Pasar Atom Surabaya mengalami kenaikan. Situasi tersebut disebabkan serangkaian strategi yang diterapkan pengelola baik melalui acara maupun dekorasi khusus bertemakan imlek yang bisa menarik perhatian setiap pengunjung di Kota Pahlawan. Lonjakan pengunjung di Pasar Atom sendiri mulai terasa pada "H-14" imlek dengan jumlah pengunjung mencapai 40 ribu orang. Namun, pada "H-1" imlek ia optimistis kunjungan masyarakat bisa melebihi angka tersebut. Jika hal itu terjadi maka terjadi peningkatan pengunjung sekitar 20-30 persen dibandingkan hari biasa. Realisasi jumlah pengunjung ikut dipengaruhi langkah bisnisnya dengan didukung penyewa toko di Pasar Atom Surabaya yang sampai sekarang totalnya mencapai sebanyak 2.600 penyewa gerai. Bahkan, jelang Imlek 2565 saat ini mereka rela menghiasi tiap gerainya dengan dekorasi spesial bernuansa imlek. Padahal, ketika hari normal pusat perbelanjaan yang berdekatan dengan sentra perdagangan lain di Surabaya itu hanya mencatatkan jumlah pengunjung antara 25.000 orang hingga 30.000 orang per hari. Meski hingar-bingar Imlek 2565 masih menggema di berbagai penjuru Indonesia, bagi Didi, perayaan Tahun Baru China pada masa kini lebih terbuka dan menjunjung kebebasan yang bertanggung jawab. Terlebih saat dibandingkan dengan sebelum adanya pengakuan pemerintah, sehingga tidak ada satupun masyarakat China berani merayakan imlek.(*)
Berita Terkait
Khofifah blusukan ke Pasar Atom Surabaya
4 November 2024 18:18
Khofifah kunjungi Pasar Atom Surabaya
4 November 2024 17:24
ULP Pasar Atom selesaikan 800 paspor haji
24 Januari 2020 18:17
Kemenkumham Jatim resmikan layanan paspor di Mal Pasar Atom Surabaya
22 Oktober 2019 18:27
Baru beroperasi, ULP Pasar Atom Surabaya layani 100 pemohon paspor/hari
11 Oktober 2019 18:36
Khofifah Dorong Pemerataan Sentra Ekonomi
15 April 2018 19:10
Polisi Ungkap Pembobolan Brankas Pasar Atom
12 Maret 2018 22:14
Puti: Ekonomi Kreatif di Jatim Harus Diperkuat
10 Maret 2018 22:31
