Surabaya (Antara Jatim) - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah IV Jawa Timur memamerkan sebanyak 50 lukisan dengan bahan baku dari uang kertas kepada masyarakat penggemar lukisan di daerah tersebut. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jatim Dwi Pranoto di Surabaya, Kamis, menyatakan uang kertas yang digunakan pada puluhan lukisan adalah uang yang statusnya rusak sehingga tidak berfungsi lagi. "Untuk itu sebanyak 20 seniman lukis perempuan memanfaatkannya menjadi lukisan," kata Dwi dalam pameran lukisan "Ungkapan Kasih Karya Bunda" yang berlangsung tanggal 16-18 Januari 2014 di Gedung Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Mayangkara Surabaya. Menurut dia, agenda itu merupakan salah satu bentuk dukungan dan apresiasi Bank Indonesia kepada kaum perempuan. Khususnya kalangan ibu yang memiliki bakat dalam membuat sebuah karya seni. "Di balik kesibukannya dalam mengurus rumah tangga, puluhan wanita hebat itu ternyata masih memiliki waktu luang guna menumbuhkan kreativitasnya. Selain itu, mampu memotivasi kaumnya," ujarnya. Pada kegiatan itu, ungkap dia, BI juga melaksanakan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa tabungan pendidikan untuk 10 orang pelukis anak penyandang tuna grahita dari UPTD Pondok Sosial Kalijudan Kota Surabaya. "Kalau pada hari terakhir (18/1), agenda tersebut akan ditutup dengan lomba fotografi 'on the spot'. Para pesertanya harus fotografer wanita dan obyeknya para wanita dengan kostum tradisional Indonesia yang berkegiatan di gedung perpustakaan ini," katanya. Pada kesempatan sama, Ketua Perkumpulan "Bunda Lestari" sekaligus Ketua Panitia Pameran Lukisan, Sri Murniati, menambahkan, dari 50 lukisan itu ada dua karya yang memanfaatkan bahan bekas uang kertas perca dan serbuk. Salah satunya, lukisan berjudul Topeng karya Endang Perca. "Guntingan kecil uang kertas bekas menjadi bahan utama pada lukisan itu. Lalu, dipadukan dengan potongan sesuai warna dan motifnya untuk menghias lukisan topeng itu," katanya. Karya berikutnya, sebut dia, memanfaatkan limbah potongan uang kertas yang lembut sebagai media membentuk kontur lukisan hingga tampil seperti timbul. "Seluruh limbah ini kami campur dengan lem dan ditempel ke grafis lukisan. Lalu, baru diberi warna," katanya. Adapula, lanjut dia, karya lukis dari seniman perempuan seperti K Djwito, Nunik Silalahi, Nunung Bakhtiar, Susi Zackia, Anny Djon, Novita Sechan, S Murniati, Ari Indrastuti, Lis Toyo, Nikita Fitri, Rnagayomi, Laras, Mei Wulandari, Sandra Saraswati, Ovy Noviardhyani, Putu Sutawijaya, Ike Sutadji, dan Kartini Sabekti.(*)
Berita Terkait
ANTARA sampaikan siap jadi amplifikator Piala Dunia saat rapat di DPR
28 Januari 2026 13:22
Dirut sebut jadikan ANTARA ekosistem informasi negara saat rapat DPR
28 Januari 2026 12:11
Istana perkuat peran ANTARA dalam ekosistem informasi global
26 Januari 2026 15:45
Kabiro ANTARA Jatim raih gelar magister di UPNVJT dengan predikat cumlaude
24 Januari 2026 17:21
PM Greenland tidak tahu apa yang disepakati antara Trump dan NATO
23 Januari 2026 10:05
Kirim tim peliputan, ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 Januari 2026 15:50
Wamenkomdigi : Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 Januari 2026 17:46
