Madiun (Antara Jatim) - Jumlah pendaftar atau peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari jalur mandiri di wilayah eks-Keresidenan Madiun, Jawa Timur, masih tergolong minim, yakni baru mencapai 2.825 orang. "Sejak tanggal 1 Januari hingga 8 Januari 2014, jumlah peserta JKN dari jalur mandiri mencapai sebanyak 2.825 peserta," ujar Kepala Bagian Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Madiun Sutomo kepada wartawan, Kamis. Menurut dia, dari jumlah tersebut, sebanyak 90 persen atau sekitar 2.542 peserta di antaranya sudah menderita suatu penyakit saat mendaftarkan diri ke BPJS. Mereka adalah warga Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ponorogo, Magetan, Ngawi, dan Pacitan yang menjadi wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Madiun. Dengan kondisi seperti itu, ia menilai tingkat kesadaran warga untuk menjadi peserta JKN jalur mandiri masih rendah. Hal itu karena banyak warga yang belum memahami tentang program baru tersebut. Untuk itu, pihak BPJS Kesehatan setempat akan lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pihaknya yakin program tersebut akan diminati oleh masyarakat. Sutomo menjelaskan, JKN jalur mandiri adalah peserta JKN yang membayar preminya secara perorangan atau tidak ditanggung oleh instansi tempatnya bekerja. Mayoritas peserta di jalur ini memilih jenjang kepesertaan kelas III dengan biaya premi sebanyak Rp25.500 setiap bulan untuk setiap orang. Sedangkan kelas I dengan besaran premi Rp59.500 per bulan per jiwa dan kelas II dengan premi Rp42.500 per bulan per jiwa, kurang diminati. "Hal itu karena berhubungan dengan tingkat perekonomian dan pemahaman masing-masing warga. Sejauh ini mereka menilainya masih gratis," katanya. Sementara, Kepala Bagian Umum dan Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Rahmadi Dwi Purwanto, menambahkan, selain JKN jalur mandiri pihaknya juga mendata peserta JKN yang sebelumnya terdaftar dalam asuransi kesehatan yang lain. "Dari kalangan pegawai negeri sipil dan peserta jaminan kesehatan masyarakat, sudah terdaftar sebanyak 1.805.385 orang. Jumlah tersebut masih terus bertambah. Untuk peserta dari unsur TNI dan pekerja swasta peserta Jamsostek masih belum masuk ke data kami," kata Rahmadi.(*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026