Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 17 artis dengan tiga aliran jazz yakni mainstream jazz, fusion jazz dan pop jazz akan menyemarakkan "Jazz Traffic Festival Surabaya" yang digelar di Grand City Convex, Surabaya, Minggu (24/12).
"Executive Secretary Djarum Super Mild Jazz Traffic Festival 2013" Rudy Hartono mengatakan, Sabtu, Jazz Traffic merupakan program "On Air" Suara Surabaya yang mengudara sejak tahun 1985.
"Sebagai wujud apresiasi pada pendengarnya, Suara Surabaya mewujudkan program On Air itu, jadi kegiatan on air berupa konser dan ternyata mendapat sambutan yang begitu baik dari masyarakat Surabaya," ucapnya.
Adapun artis yang akan tampil adalah Bubu Giri, LLW feat Eva Cellia, Tulus band, Koko Harsoe n Friends, Erik Sondy & Rio Sigit, Andien, Raisa, Glenn Fredly, Bagus Band feat Damien, Balawan Bifan Trio, Malang Percussion, Hajar Bleh Big Band, Starlite, Komunitas Surabaya, Indonesian Youth Regeneration, Barry Likumahuwa Project dan The Finger feat Sukma.
Berbeda dengan penyelenggaraan Jazz Traffic Festival tahun-tahun sebelumnya, warna tradisi Surabaya akan lebih kental dengan hadirnya Kartolo seniman Ludruk Surabaya. Dia akan tampil duet bersama Koko Harsoe gitaris jazz membawakan parikan-parikan segarnya di atas panggung.
Selain itu, lanjut dia, warna inklusif juga hadir dalam pagelaran Djarum Super Mild Jazz Traffic Festival 2013 ini. Itu karena masyarakat hanya perlu membeli satu tiket untuk bisa menikmati penampilan 17 artis.
Di sisi lain, perhelatan Djarum Super Mild Jazz Traffic Festival 2013 juga punya misi pengembangan pariwisata alternatif di kota Surabaya. Mimpinya, menjadikan Surabaya sebagai "Jazz City", menyajikan gelaran musik yang menghibur, edukatif, dan apresiatif, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Surabaya, serta menyediakan ruang berekspresi bagi jazzer yang ada di Indonesia.
Ditambahkan Ruddy, tahun ini Jazz Traffic Festival mencoba tampil lebih bersahabat dan dinikmati semua penikmat musik jazz.
"Kami berupaya jangan sampai ada jadwal yang berbenturan sehingga konsumen bisa menikmati semua performance yang disajikan. Jam tampil bisa saja bersamaan, tapi dengan jarak panggung dan jenis musik yang berbeda sehingga tidak saling bersaing," kata dia.
Officer Marketing Service Djarum Surabaya Ignatius Budi Hariyanto mengatakan, tiga tahun kerja sama dengan Suara Surabaya Media dalam Jazz Traffic Festival ini jelas punya dampak besar bagi visi Djarum Super Mild di bidang musik jazz.
"Kami memang punya perhatian lebih pada musik jazz. Bagi kami, musik (jazz) ini sangat universal dan lekat dengan anak muda," katanya.
Selain itu, misi Djarum Super Mild mengembangkan bakat-bakat musisi jazz lokal di Surabaya terwadahi dalam event ini. Dia berharap event ini tetap berjalan tiap tahun dengan inovasi kreatif pada penyajian konsep.
"Kami juga berusaha agar musisi jazz lokal maupun Nasional bisa tampil sepanggung dan setara dengan musisi jazz internasional. Ini yang kami lakukan di Java Jazz tahun lalu," ujarnya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026