Nanik, juga Piryo dan para pedagang belimbing lainnya meyakinkan buah belimbing produksi setempat segar dan manis, apalagi musim kemarau.
"Saya sudah empat kali datang ke kebun belimbing di sini selalu berombongan dengan warga lainnya hanya untuk makan belimbing langsung dari pohonnya," jelas seorang warga Desa Ngowok, Kecamatan Dander, Warsini.
Sesuai data di Badan Kerja Sama Antar Desa (BKSA) Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, di desa setempat ada sekitar 50 petani yang memiliki pohon belimbing dengan jumlah berkisar 40-200 pohon belimbing/warga dengan luas 18 hektare.
"Petani Desa Mojo yang berada di sebelah desa kami juga menanam belimbing," jelas Piryo.
Sebagaimana dijelaskan Ninik, wisdom yang berkunjung ke lokasi kebun belimbing di desanya dari ke hari semakin meningkat, terutama pada hari libur Minggu atau Hari Raya Idul Fitri.
Wisdom yang datang, jelasnya, tidak hanya warga lokal tapi juga dari kota besar terutama warga lokal yang menetap di luar kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor, juga Surabaya yang berlibur ke Bojonegoro kemudian mampir ke kebun belimbing.
"Pas Hari Raya Idul Fitri lalu pengunjungnya membeludak, sampai jalan menuju lokasi macet dipenuhi manusia yang berjalan kaki," ungkapnya.
Lebih lanjut Ninik menjelaskan biasanya wisdom ke kebun belimbing membeli untuk oleh-oleh setempat berkunjung ke lokasi Bendung Gerak Bengawan Solo juga di desa setempat.
"Bupati Bojonegoro Suyoto dengan artis Tantowi Yahya pernah datang ke kebun belimbing dan pulangnya menyusuri Bengawan Solo dengan perahu karet dari Bendung Gerak ke Kota Bojonegoro," tuturnya.
Sebagai usaha mengenjot lokasi setempat sebagai wisata petik buah belimbing, kata Ketua Badan Kerja Sama Antar Desa (BKSA) Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Agus Widiarso produksi belimbing di dua desa itu menjadi produk olahan yaitu sirup, sari buah, dodol dan kerupuk.
"Pengembangan produk olahan belimbing sudah berjalan dalam tiga tahun terakhir dengan pemasaran masih lokal, terutama dibeli pengunjung yang datang," tuturnya.
Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, yang berada di tepian Bengawan Solo hanya berjarak sekitar 13 kilometer dari Kota Bojonegoro. Lokasi wisata setempat sangat mudah ditempuh dari arah selatan maupun utara Bengawan Solo karena Bendung Gerak juga dilengkapi dengan jembatan.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.