Berlin (ANTARA) - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, Sabtu (6/6), mengatakan negaranya akan mengintensifkan upaya memperkuat kemampuan pencegahan militernya dan mempercepat pengeluaran pertahanan di tengah apa yang menurut Berlin merupakan ancaman berkelanjutan dari Rusia.
"Kami terpaksa mengeluarkan lebih banyak uang sebagai akibat dari ancaman keamanan -- ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia, seperti yang harus berulang kali ditekankan," kata Pistorius kepada wartawan di sela-sela Hari Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) di kota Neubiberg, Jerman selatan.
"Kami mempercepat proses pengadaan karena itulah yang paling penting. Prajurit yang bertugas memastikan Bundeswehr memiliki daya tangkal dan yang harus membela kami jika situasi memburuk berhak mendapatkan peralatan terbaik serta pelatihan terbaik, dan kami bekerja sangat keras untuk mewujudkannya," tambahnya.
Pistorius menekankan bahwa Jerman berhasrat memainkan peran sentral dalam kemampuan militer NATO.
"Kami bekerja sangat keras dan bersatu untuk memastikan bahwa dana dibelanjakan secara efektif dan cepat, sehingga Bundeswehr dapat mengembangkan kemampuan pencegahan penuhnya dan, sebagai mitra terbesar NATO di Eropa, memainkan peran sentral bersama negara lain dalam hal kemampuan pertahanan NATO," katanya.
Menteri pertahanan itu mengatakan pada April bahwa strategi militer baru Jerman bertujuan untuk menjadikannya tentara konvensional terkuat di Eropa pada 2039 sebagai bagian dari upaya mencegah Rusia.
Pada konferensi pes di Berlin, Pistorius mengatakan Bundeswehr telah mengadopsi strategi militer komprehensif pertamanya untuk mengidentifikasi skenario ancaman potensial dan meningkatkan kesiapan militer di tahun-tahun mendatang.
"Kami meningkatkan jumlah tentara aktif, cadangan, dan pegawai sipil. Prinsip panduan kami adalah tujuan untuk memiliki setidaknya 460.000 personel siap tempur, termasuk pasukan aktif dan cadangan," kata Pistorius.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Cindy Frishanti OctaviaUploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026