Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menyebut bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya mungkin karena diduga berkaitan jual beli titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ya, saya pun dapat informasi seperti itu," kata Dudung saat ditanya dugaan kasus jual beli dapur yang menjerat eks Kepala BGN, usai mengikuti rapat kerja di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga sudah mendengar informasi terkait permasalahan BGN sejak lama, dari berbagai sumber.
Menurut dia, Presiden pun ingin program MBG dijalankan oleh BGN dengan sebaik mungkin.
"Presiden inginnya sempurna bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun, ada yang menyimpang dari program beliau, karena itu uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat," kata dia.
Menurut dia, pencopotan eks Kepala BGN Dadan Hindayana pun merupakan langkah tepat yang diambil Presiden, untuk perbaikan BGN agar lebih transparan dan akuntabel.
Dia mengatakan bahwa Presiden tidak ingin terjadi korupsi dan penyimpangan di lingkungan BGN.
"Tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat," katanya.
Dia mengatakan bahwa niat Presiden dalam menjalankan program MBG bukan hanya untuk mencerdaskan anak-anak dengan makanan bergizi saja, tetapi manajemen BGN juga harus diatur sedemikian rupa agar tidak ada lagi celah penyimpangan oleh pihak-pihak yang ingin mendapat keuntungan.
"Ini yang akan kita kawal terus, pokoknya saya akan cek di lapangan dan yang saya temukan, akan saya sampaikan ke wartawan, itu aja. Saya nggak ada beban," katanya.
Pewarta: Bagus Ahmad RizaldiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026