Kami terus memantau kondisi jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi
Surabaya (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat dua jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo belum dapat dipulangkan ke Tanah Air bersama kelompok terbang (kloter) masing-masing karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam di Surabaya, Senin, mengatakan kedua jamaah tersebut adalah Abdul Djalal (67) dari Kloter 1 yang dirawat di Rumah Sakit Al-Noor serta Mohammad Dzikri Muiz (65) dari Kloter 4 yang dirawat di Rumah Sakit Jeddah.
"Kami terus memantau kondisi jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia," kata Anam di Surabaya, Selasa.
Ia berharap seluruh jamaah yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan sehingga dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
Lebih lanjut, di tengah proses pemulangan tersebut, PPIH Debarkasi Surabaya telah menerima kedatangan 1.897 jamaah haji dan petugas melalui lima kloter pertama.
Jumlah tersebut, lanjutnya, setara sekitar empat persen dari total 44.000 jamaah dan petugas yang akan dipulangkan melalui Debarkasi Surabaya pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Jumlah jamaah dan petugas yang telah tiba, kata Anam, terdiri atas 1.861 jamaah asal Jawa Timur, 10 Petugas Haji Daerah (PHD), enam Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 20 petugas kloter.
"Berdasarkan data kedatangan, sebanyak 928 orang berjenis kelamin laki-laki dan 969 orang perempuan," ucapnya.
Anam menyampaikan operasional pemulangan jamaah haji pada hari pertama berjalan lancar dengan dukungan seluruh unsur pelayanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya.
Selain itu, kata Anam, selama operasional debarkasi hingga Kloter 5, PPIH juga mencatat tiga mutasi keluar yang terdiri atas satu jamaah wafat di Arab Saudi dan dua jamaah yang masih menjalani perawatan.
"Terdapat tiga kursi kosong atau open seat pada fase awal pemulangan jamaah," tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026