Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh petugas
Surabaya (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menuntaskan pemberangkatan sebanyak 44.029 jamaah calon haji (JCH) dan petugas tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi menuju Tanah Suci hingga akhir operasional keberangkatan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar dan sesuai jadwal hingga kloter terakhir diberangkatkan.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian operasional pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai jadwal. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh petugas, stakeholder, serta dukungan masyarakat,” kata Mohammad As’adul Anam dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan, total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini mencapai 44.029 orang yang terdiri atas 43.263 jamaah dan 766 petugas pendukung.
Data tersebut, kata dia, meliputi Petugas Haji Daerah (TPHD), Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), ketua kloter, Petugas Haji Indonesia (PIHK), serta Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).
Sementara itu, lanjutnya, rincian jamaah yang diberangkatkan meliputi 42.082 jamaah asal Jawa Timur, 674 jamaah asal Bali, dan 480 jamaah asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain itu, kata Anam, berdasarkan komposisi jenis kelamin, jamaah dan petugas yang telah diberangkatkan terdiri atas 20.603 laki-laki dan 23.397 perempuan.
Lebih lanjut, Anam menuturkan, dari 116 kloter, sebanyak 111 diberangkatkan tepat waktu tanpa mengalami keterlambatan maupun percepatan jadwal penerbangan.
“PPIH terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong melalui mekanisme mutasi masuk agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan pelayanan kepada jamaah berjalan efektif,” ujarnya.
Di sisi lain, menurut dia, selama operasional pemberangkatan berlangsung, PPIH Embarkasi Surabaya mencatat sebanyak 194 mutasi keluar jamaah.
Mutasi tersebut, kata Anam, terdiri atas satu jamaah sakit di daerah asalnya, 42 jamaah sakit di Asrama Haji, dua jamaah hamil di Asrama Haji, beserta 20 pendamping jamaah.
Kemudian, lanjutnya, satu jamaah wafat di daerah asalnya, 47 jamaah tunda dari daerah, tiga jamaah tunda di Mecca Route, 51 praman kosong, dua jamaah sakit di perjalanan, dua perpindahan nomor urut, serta 23 perpindahan kloter.
Sementara itu, lanjutnya, mutasi masuk tercatat sebanyak 114 jamaah yang terdiri atas 34 jamaah dari daftar belum berkloter dan 80 jamaah dari kloter lain untuk mengisi kursi kosong.
Meskipun demikian, pihaknya mengakui jika hingga akhir operasional pemberangkatan, jumlah kursi kosong atau open seat tercatat sebanyak 80 kursi.
Lebih lanjut, ia menambahkan, dalam aspek pelayanan kesehatan, PPIH Embarkasi Surabaya mencatat satu jamaah wafat di Asrama Haji Embarkasi Surabaya atas nama Tini Atmin (56), asal Kabupaten Gresik, Kloter 43, akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.
“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya jamaah haji. Semoga almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.
Selain itu, terdapat dua jamaah yang tertunda keberangkatannya karena kondisi kehamilan dan telah dipulangkan ke daerah asal untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pada musim haji tahun ini, jamaah termuda Embarkasi Surabaya tercatat atas nama Fardhan Aruna Syafzani Wibowo usia 13 tahun asal Bali yang tergabung dalam Kloter 71.
Sementara jamaah tertua tercatat atas nama Marsiyah Salim usia 104 tahun asal Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 112.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.