Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan Haul Akbar Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 menjadi wujud syukur dan doa bersama untuk keberlanjutan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di daerah setempat.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama memperingati haul akbar dalam rangka Hari Jadi Lamongan ke-457. Ini bukan hanya tentang bertambahnya usia Kabupaten Lamongan, tetapi menjadi momentum memperkuat rasa syukur dengan doa dan dzikir bersama agar Lamongan senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana," katanya saat menghadiri Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW dan Haul Al-Khidmah di Lamongan, Jawa Timur, Minggu.
Ia menjelaskan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga harus ditopang oleh ketahanan sosial dan spiritual masyarakat yang kuat.
Menurut dia, peringatan Hari Jadi Lamongan bukan sekadar penanda bertambahnya usia daerah, melainkan momentum untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus memperkuat ikhtiar bersama demi kemajuan daerah.
Yuhronur menuturkan berbagai program pembangunan terus dijalankan pemerintah daerah untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Lamongan terus memperkuat konektivitas wilayah melalui Program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula), dengan tingkat kemantapan jalan kabupaten yang saat ini mencapai 63,55 persen.
Selain itu, pemerintah daerah juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan guna mendukung lahirnya generasi muda yang berdaya saing.
Pemkab Lamongan turut mendukung berbagai program strategis nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data pemerintah daerah, Lamongan menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional dengan produksi padi mencapai 1,33 juta ton gabah kering panen pada 2025 atau tertinggi di Jawa Timur.
Di bidang pembangunan karakter, Pemkab Lamongan mengembangkan Program Lamongan Nyantri sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi pembentukan sumber daya manusia berkarakter dan berakhlak.
"Ikhtiar lahir dan batin yang kita lakukan selama ini menunjukkan hasil yang baik. Pembangunan manusia, kesalehan sosial, kerukunan umat, serta berbagai indikator sosial terus menunjukkan perkembangan positif," ujarnya.
Ia menambahkan kekuatan spiritual masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendukung keberlangsungan pembangunan daerah.
Sebagaimana diketahui, Haul Akbar HJL ke-457 yang digelar bersama Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW dan Al-Khidmah tersebut diikuti ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan sebagai rangkaian peringatan hari jadi daerah yang tahun ini mengusung tema "Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial".
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026