Surabaya (ANTARA) - Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Yona Bagus Widyatmoko meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk membenahi persoalan administrasi kependudukan (adminduk), sampah hingga tata kelola parkir di wilayah setempat.

"Pemkot memang sudah bergerak cepat dalam digitalisasi layanan, tetapi yang harus dipastikan adalah apakah layanan itu benar-benar dirasakan masyarakat sampai tingkat bawah. Jangan sampai bagus di sistem, tetapi warga masih kesulitan di lapangan,” kata Yona usai upacara Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Minggu.

Menurut dia, layanan administrasi kependudukan melalui Balai RW dan aplikasi Klampid New Generation (KNG) patut diapresiasi. Namun, pemanfaatan masih perlu ditingkatkan agar menjangkau lebih banyak warga.

“Artinya masih ada lebih dari separuh warga yang belum terlayani secara optimal. Sosialisasi harus benar-benar menyentuh masyarakat yang belum paham teknologi,” tutur dia.

Ia juga menilai kualitas pelayanan dipengaruhi kesiapan sumber daya manusia di tingkat bawah dan meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kemampuan operator serta petugas pelayanan di kelurahan maupun RW.

“Jangan sampai pelayanan cepat hanya terjadi di pusat kota. Warga di kampung-kampung juga harus mendapatkan kualitas pelayanan yang sama,” katanya.

Selain adminduk, dia memberikan perhatian terhadap Program Suroboyo ASRI yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia ASRI. Menurut dia, semangat menjaga kebersihan kota harus dibarengi sistem pengelolaan sampah yang mampu menjawab persoalan di lapangan.

“Kami menjumpai langsung adanya sampah yang meluber di pelataran depo. Pemkot harus memastikan jumlah tong bin mencukupi dan mengatur kembali jadwal pengambilan sampah agar tidak terjadi overload,” katanya..

Sementara itu, persoalan parkir masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Menurut dia, digitalisasi parkir harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan juru parkir di lapangan.

“Jukir harus dibekali SOP pelayanan, kemampuan komunikasi, etika, dan sikap melayani yang baik. Jangan hanya dituntut setor, tetapi tidak diberikan pembinaan yang memadai,” kata dia.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026