Nganjuk (ANTARA) - Para kepala desa mendukung pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) karena sangat membantu perekonomian warga, termasuk penyediaan kebutuhan pokok, perekrutan tenaga kerja, hingga ikut mempromosikan produk UMKM.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Ponorogo Barno mengatakan pembangunan gerai sudah menjadi keinginannya sejak awal menjadi kepala desa di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

"Saya dengan adanya pembangunan gerai dan gedung KDMP ini sangat bangga. Ini sebenarnya sudah menjadi impian sejak awal menjadi kepala desa yang pertama pada 2013. Suatu saat punya gedung dan ini bisa bermanfaat bagi banyak orang dan alhamdulillah di periode kedua menjabat ini terbangun bentuknya KDMP," katanya di Nganjuk, Sabtu.

Barno dalam acara peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk wilayah Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) yang dilakukan secara simbolis di KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk tersebut mengatakan konsep yang dibuat oleh pemerintah pusat ini sangat baik.

Ia juga yakin KDMP ini mampu membangkitkan ekonomi kerakyatan secara nyata. Misalnya, selama ini keluhan masyarakat adalah soal pupuk yang agak susah, kemudian tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram dan sebagainya.

Dia menyebut potensi masyarakat di desanya sangat banyak. Ada pula beragam produk UMKM, produk unggulan di desa.

"Termasuk tempe, tahu, produk-produk yang lain lokal juga bisa masuk. Nah inilah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya," kata dia.

Ia berharap dengan adanya KDMP ini sekaligus bisa memotong mata rantai dari para kartel-kartel besar sehingga rakyat bisa makin sejahtera.

Ketua KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Mursid Sudarwanto mengatakan warga juga sangat antusias dengan pendirian KDMP di Desa Nglawak ini.

"Sangat antusias karena barang-barangnya murah, banyak barang-barang yang bersubsidi di sini seperti pupuk bersubsidi, minyak. Kebutuhan pokok yang murah-murah sekali. Itu manfaat langsung yang dapat didapat dari ke masyarakatnya," kata dia.

Ia juga berharap harga barang yang dijual di KDMP ini bisa lebih murah. Dengan KDMP ini bisa memotong banyak jalur, sehingga barang diambil dari pabrik langsung ke koperasi, sehingga harga lebih murah.

"Harga yang murah itu yang manfaat langsung untuk masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat sangat terbantu dan ini sangat terbantu sekali, apalagi ibu-ibu itu selisih Rp1.000 aja sudah mencari, apalagi nanti banyak sekali selisihnya. Seperti minyak, elpiji. Itu elpiji cuma Rp16.000. Padahal di luar kan Rp22 ribu, Rp21 ribu (per tabung ukuran 3 kilogram)," kata dia.

 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026