Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh dan pengingat sejarah gerakan pekerja di Indonesia.
"Bismillahirrahmanirrahim. Pada pagi hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur," ucap Prabowo dalam peresmian tersebut dipantau dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta.
Prosesi peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden. Sebelum peresmian, Prabowo sempat mengelilingi Museum Marsinah untuk melihat jejak kehidupan dan barang peninggalan yang ditinggalkan oleh tokoh buruh Indonesia tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden mengatakan dia merasa terhormat dapat meresmikan Museum Marsinah.
Prabowo menyebut organisasi buruh sebelumnya mengusulkan nama Marsinah sebagai calon pahlawan nasional dan seluruh organisasi buruh menyepakati nama tersebut. Dia kemudian menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.
"Saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional dan waktu itu mereka minta, Bapak harus resmikan Museum Marsinah di Nganjuk. Baik, saya datang," kata Prabowo.
Presiden menyampaikan dia telah melihat langsung kamar dan sejumlah peninggalan Marsinah di museum tersebut yang masih dipertahankan seperti semula.
Museum Marsinah dibangun di kawasan rumah masa kecil Marsinah dan dirancang sebagai ruang memorial perjuangan buruh. Selain menjadi tempat penyimpanan arsip dan barang pribadi milik Marsinah, museum tersebut juga dilengkapi fasilitas rumah singgah bagi pekerja dari berbagai daerah.
Marsinah sendiri dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Prabowo Subianto pada 10 November 2025.
Marsinah semasa hidupnya berperan sebagai aktivis buruh dan tengah menjadi negosiator ratusan buruh yang melakukan pemogokan karena perusahaannya tidak menerapkan upah minimum dan otonomi serikat buruh sebelum menghilang.
Ia menghilang pada 5 Mei 1993 dan jasadnya ditemukan empat hari kemudian.
Presiden dalam peresmian itu didampingi sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.
Selain itu hadir pula Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Pewarta: Fathur RochmanUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026