Kota Kediri (ANTARA) - Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kota Kediri, Jawa Timur, memperkuat sinergi dengan Polres Kediri Kota, menjelang musim giling 2026 guna menjamin ketentraman dan ketertiban masyarakat saat musim giling berlangsung.

General Manager PG Pesantren Baru, Kota Kediri, Sugondo, Selasa, mengemukakan koordinasi dengan aparat kepolisian menjadi langkah penting mengingat aktivitas pabrik dan mobilitas kendaraan pengangkut tebu akan meningkat signifikan selama musim giling berlangsung.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kami bersilaturahmi dengan Bapak Kapolres Kediri Kota untuk berkoordinasi secara langsung sekaligus menyampaikan kesiapan PG Pesantren Baru dalam melaksanakan giling 2026,” kata Sugondo dalam keterangannya di Kediri.

Sugondo menambahkan berbagai persiapan teknis maupun nonteknis telah dilakukan oleh pihak pabrik menjelang dimulainya musim giling.

Salah satu perhatian utama yakni pengaturan arus lalu lintas di sejumlah jalur yang akan dilintasi kendaraan pengangkut tebu dari berbagai wilayah.

Menurut dia, kepadatan kendaraan tebu di jalan raya menjadi tantangan yang harus diantisipasi sehingga tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami menyadari saat musim panen tiba, jalan raya akan dipadati truk pengangkut tebu. Oleh karena itu, kami perlu memperkuat kerja sama dengan pihak terkait demi menjaga kelancaran lalu lintas,” kata dia.

Sesuai dengan jadwal, PG Pesantren Baru Kediri akan memulai melakukan giling awal pada 19 Mei 2026. Selain masalah pengamanan, untuk teknis seperti persiapan alat juga sangat diperhatikan.

Pihaknya menambahkan, pada musim giling ini, perusahaan menargetkan bisa menggiling tebu hingga 873.299,6 ton dengan rendemen 7,26 persen. Dari target itu diharapkan bisa mendapatkan gula hingga 63.597,32 ton.

Target tersebut, kata dia, juga menjadi bagian dari kontribusi PG Pesantren Baru Kediri dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada gula nasional dan memperkuat ketahanan pangan di sektor industri gula.

Ia juga meminta doa restu kepada masyarakat dan aparat terkait sehingga proses giling 2026 ini bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target.

“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan agar giling tahun ini berjalan lancar dan seluruh karyawan diberikan keselamatan selama menjalankan tugas,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan dukungan untuk proses giling 2026 dalam pengamanan jalur distribusi tebu serta pengaturan lalu lintas selama musim panen dan giling berlangsung.

Langkah itu dilakukan bagian dalam mendukung program strategis nasional, termasuk di sektor pangan dan industri gula.

Kapolres juga menambahkan pihaknya segera koordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan terkait sehingga arus lalu lintas bisa berjalan dengan baik.

“Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan distribusi tebu berjalan lancar, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” kata dia.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati sebelumnya juga mengatakan pelaksanaan giling tebu 2026 ini juga berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Kota Kediri.

"Momen ini sangat ditunggu para petani tebu dan masyarakat sekitar. Karena terlihat perekonomian sekitar jadi hidup dan memberi dampak positif," katanya.

Menurut dia, Industri gula memiliki jaringan luas baik sektor pertanian, distribusi dan perdagangan. Pada musim giling seperti ini otomatis pendapatan petani meningkat dan ekonomi bergerak.

"Kami sangat mengapresiasi PG Pesantren Baru dalam mendukung proyek strategis nasional untuk swasembada pangan di sektor gula," kata Wali Kota.

 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026