Magetan (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengajak para ASN untuk membeli telur ayam dari peternak lokal sebagai upaya intervensi membantu penyerapan produksi telur di wilayah setempat yang berlimpah dan berimbas harga turun.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani, Kamis, mengatakan ajakan kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah awal dan nyata yang cepat dilakukan Pemkab Magetan untuk menyerap melimpahnya pasokan telur sehingga harga tidak semakin turun.

"Pemerintah daerah akan memfasilitasi penyerapan telur, di antaranya melalui gerakan pembelian telur oleh aparatur sipil negara (ASN) dan kampanye konsumsi telur," ujarnya di Magetan.

Selain itu, ia juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menyerap telur, antara lain optimalisasi program bantuan sosial maupun peningkatan konsumsi telur dalam Program MBG.

Ia menjelaskan selama ini penyerapan melalui Program MBG masih terbatas, yakni sekitar 150 kilogram per dapur per minggu.

"Upaya lain yang mungkin kita usulkan, penyerapan telur melalui Program MBG. Misalnya menu untuk telur bisa ditingkatkan, dari yang semula satu kali dalam seminggu mungkin bisa diperbanyak," katanya.

Pihaknya menyebut bahwa produksi telur harian di Magetan saat ini surplus sekitar 81 ton. Dari jumlah itu, sekitar 40 persen untuk kebutuhan lokal, sedangkan 60 persen dikirim keluar daerah.

Karena stok yang melimpah maka harga telur ayam ras saat ini di Magetan mencapai Rp22.800 per kilogram. Harga itu lebih rendah dari harga acuan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Di sisi lain, harga jagung sebagai bahan pakan telah mencapai Rp6.600 per kilogram.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan bantuan jagung subsidi dari pemerintah pusat guna menekan biaya produksi pakan ternak.

Ia berharap ajakan gerakan membeli dan gemar makan telur ayam peternak sendiri tersebut mampu mendorong ekonomi lokal berjalan, sekaligus untuk pemenuhan gizi masyarakat dan anak dalam mencegah stunting.

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mencatat jumlah peternak ayam petelur di wilayah setempat sekitar 1.200 orang, dengan 1.000 orang di antaranya merupakan peternak skala kecil. Jumlah populasi ternak ayam petelur produktif di Magetan mencapai sebanyak 2 juta ekor.

Disnakkan Kabupaten Magetan juga segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pusat untuk membantu nasib para peternak ayam petelur di Magetan atas dampak penurunan harga telur akibat kelebihan stok produksi tersebut.

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026