Lamongan (ANTARA) - Manajemen Persela Lamongan mulai melakukan evaluasi tim usai gagal promosi ke Super League atau Liga 1 dan menutup Pegadaian Championship 2025/2026 di posisi keenam klasemen akhir.

Pelatih Persela Bima Sakti mengatakan tentunya akan ada evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari persiapan tim, komposisi pemain hingga penentuan pelatih agar Persela lebih kompetitif pada musim mendatang.

“Kami juga sudah menyampaikan rekomendasi pemain yang dipertahankan maupun tidak. Tapi semuanya tergantung siapa pelatih berikutnya,” ujarnya di Lamongan, Jawa Timur, Kamis.

Meski demikian, Bima Sakti mengaku tetap bangga menangani Persela meski belum mampu membawa tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut kembali ke kompetisi tertinggi sepak bola nasional.

Menurut dia, capaian finis di posisi keenam tetap patut disyukuri melihat kondisi tim pada awal musim.

“Dengan kondisi di awal musim hingga akhirnya bisa finis di posisi enam, saya tetap bersyukur dan berharap Persela ke depan bisa lebih baik lagi siapapun pelatihnya,” katanya.

Ia berharap manajemen dapat mempersiapkan tim lebih matang sejak awal musim agar target promosi ke Liga 1 dapat terealisasi.

Sepanjang musim 2025/2026, Persela menghadapi sejumlah dinamika, di antaranya hukuman tanpa penonton akibat kerusuhan pada pertandingan Liga 2 musim sebelumnya di Tuban Sport Center hingga perubahan manajemen dan pelatih pada paruh musim. 



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026