Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat neraca perdagangan Jawa Timur selama Januari-Maret 2026 mengalami defisit sebesar 1,24 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur Debora Sulistya Rini, dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Senin, mengatakan nilai impor Jawa Timur periode Januari-Maret 2026 naik 4,62 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yaitu dari 6,99 miliar dolar AS menjadi 7,32 miliar dolar AS.

Peningkatan nilai impor dipicu menguatnya impor sektor nonmigas yang naik 12,79 persen dari 5,62 miliar dolar AS menjadi 6,33 miliar dolar AS. Sedangkan, impor migas turun 28,66 persen dari 1,38 miliar dolar AS menjadi 0,98 miliar dolar AS dengan impor komoditas minyak mentah turun 68,56 persen dari 157,81 juta dolar AS menjadi 49,61 juta dolar AS.

Impor komoditas hasil minyak juga mengalami penurunan sebesar 30,64 persen dari 916,67 juta dolar AS menjadi 635,76 juta dolar AS.

Sementara, nilai ekspor Jawa Timur sepanjang Januari-Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 1 persen dibandingkan periode sama 2025 yaitu dari 6,13 miliar dolar AS menjadi 6,07 miliar dolar AS.

Penurunan nilai ekspor Januari-Maret 2026 dibandingkan periode sama tahun lalu disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas yang sebesar 0,75 persen yaitu dari 5,98 miliar dolar AS menjadi 5,94 miliar dolar AS dengan ekspor migas juga turun cukup tajam sebesar 10,96 persen dari 150,47 juta dolar AS menjadi 133,98 juta dolar AS.

Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 20,38 persen menjadi 109,28 juta dolar AS dan ekspor gas yang turun 3,09 persen menjadi 0,05 juta dolar AS.

Dalam hal ini, kata Debora, defisit neraca perdagangan terjadi karena nilai impor pada periode tersebut mencapai 7,32 miliar dolar AS, sedangkan nilai ekspornya mencapai 6,07 miliar dolar AS.

Defisit neraca perdagangan Jawa Timur pada Januari-Maret 2026 disebabkan baik sektor nonmigas maupun nonmigas.

Defisit neraca perdagangan pada sektor migas mencapai 849,84 juta dolar AS, sedangkan defisit neraca perdagangan pada nonmigas mencapai 394,30 juta dolar AS.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026