Surabaya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat neraca perdagangan Jawa Timur pada Januari 2026 mengalami defisit mencapai 497,75 juta dolar Amerika Serikat (AS) karena nilai impor lebih tinggi dibandingkan ekspor.
“Nilai impor Jawa Timur lebih besar daripada nilai ekspor pada Januari ini sehingga terjadi defisit,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri di Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Ike mengatakan nilai impor Jawa Timur pada Januari 2026 mencapai 2,55 miliar dolar AS sedangkan nilai ekspor tercatat sebesar 2,05 miliar dolar AS.
Untuk nilai ekspor pada Januari 2026 meningkat 4,73 persen dibanding periode yang sama pada 2025 yaitu dari 1,96 miliar dolar AS menjadi 2,05 miliar dolar AS.
Peningkatan itu disebabkan oleh naiknya kinerja ekspor nonmigas sebesar 5,24 persen dari 1,94 miliar dolar AS menjadi 2,05 miliar dolar AS.
Di sisi lain, ekspor migas mengalami penurunan cukup tajam hingga 75,83 persen dari 12,24 juta dolar AS menjadi 2,96 juta dolar AS, akibat menurunnya ekspor minyak mentah hingga 100 persen.
Nilai ekspor Jatim pada Januari 2026 dibanding Desember 2025 juga turun 25,9 persen dari 2,77 miliar dolar AS menjadi 2,05 miliar dolar AS lantaran nilai ekspor nonmigas maupun migas turun masing-masing 24,43 persen dan 94, 88 persen.
Sementara dari sisi impor, nilai impor Jatim meningkat 12,01 persen dibanding periode yang sama pada 2025 yaitu dari 2,27 miliar dolar AS menjadi 2,55 miliar dolar AS.
Peningkatan ini dipicu oleh menguatnya kinerja impor sektor nonmigas yang tumbuh sebesar 18,13 persen dari 1,82 miliar dolar AS menjadi 2,15 miliar dolar AS.
Meski demikian, impor migas turun 12,41 persen dibanding Januari 2025 yaitu dari 455,56 juta dolar AS menjadi 399,01 juta dolar AS karena turunnya impor komoditas hasil minyak dan gas masing-masing 22,32 persen dan 8,85 persen.
Nilai impor migas komoditas hasil minyak pada Januari 2026 tercatat 246,78 juta dolar AS dan impor gas sebesar 102,62 juta dolar AS, sedangkan impor minyak mentah masih naik 96,12 persen.
Secara umum, Ike menyebutkan defisit neraca perdagangan Jawa Timur Januari 2026 disebabkan oleh defisit neraca perdagangan baik sektor nonmigas maupun nonmigas.
Defisit neraca perdagangan pada sektor migas mencapai 396,05 juta dolar AS sedangkan defisit neraca perdagangan pada sektor nonmigas mencapai 101,70 juta dolar AS.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.