Surabaya, Jatim (ANTARA) - Empat pelaku industri kecil menengah (IKM) dari Jawa Timur menandatangani letter of intent (LoI) dengan Atase Perdagangan Malaysia senilai Rp3,95 triliun dalam Festival Ekspor Jawa Timur 2025 di Terminal Petikemas Surabaya.
"Fasilitasi LoI ini adalah wujud komitmen Pemprov Jatim untuk memperluas jejaring pasar di tingkat global," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jatim, Jumat.
Gubernur Khofifah optimistis bahwa penandatanganan ini akan signifikan meningkatkan neraca perdagangan ke luar negeri.
"Kami optimis LoI bisa menjadi jembatan membangun kepercayaan dan landasan antara kedua negara sehingga ke depannya akan terbuka peluang ekspor yang lebih luas," tambahnya.
Peluang ini mencerminkan komitmen bersama sekaligus tahap awal penguatan negosiasi bisnis lintas negara dengan pelaku IKM Jatim.
"Tentu ini juga berperan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Malaysia," kata Gubernur Khofifah.
Pelaku usaha yang meneken LoI tersebut yaitu Sang Bamboo dengan Cemara Ayu SDN BHD untuk komoditas kerajinan topi dan anyaman pandan senilai 239,5 juta dolar AS atau sekitar Rp3,9 triliun.
Selanjutnya, Dona Doni Rattan Gallery dan Cemara Ayu SDN BHD untuk komoditas keranjang handuk senilai 2.690 dolar AS atau Rp44 juta.
Kemudian, CV Temon Agro dan Orient Biotech BHD untuk komoditas gula aren senilai 12 ribu dolar AS atau Rp198 juta.
Terakhir, PT Grow Artha Rimpang dan Nad Masroni untuk komoditas minuman seduhan herbal senilai 4.700 dolar AS atau Rp77,7 juta.
Khofifah menjelaskan perbaikan kinerja ekonomi Jawa Timur tercermin dari meningkatnya ekspor daerah.
Pada Januari-September 2025, kontribusi ekspor Jawa Timur mencapai 10,58 persen terhadap ekspor nasional, menempatkannya sebagai provinsi berkontribusi terbesar kedua.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam mendukung eksportir serta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dan IKM siap ekspor ditempuh melalui berbagai program seperti misi dagang luar negeri, business matching, pameran, pelatihan ekspor, dan program pendukung lain.
Pada Desember mendatang, Pemprov Jatim akan menggelar misi dagang ke Batam.
"Bulan depan, insya Allah kami menuju Batam untuk misi dagang, ini adalah misi kita untuk terus mendampingi pelaku IKM maupun UKM supaya bisa memperkenalkan produk unggulannya, kemudian bisa memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri,” tambahnya.
Untuk itu, dia mengajak untuk bersama-sama lebih memberikan kontribusi bagi Jawa Timur dan Indonesia.
Khofifah menambahkan Jawa Timur juga aktif melaksanakan misi dagang luar negeri.
Sejak 2022 hingga 2025, tercatat enam misi dagang digelar, yakni Arab Saudi dan Malaysia (2022), Timor Leste dan Hong Kong (2023), Jepang (2024), serta Singapura pada 13 November 2025.
Total komitmen transaksi selama periode tersebut mencapai Rp5,896 triliun dari 68 kontrak.
"Kami akan terus memberikan semangat dan dukungan bagi para pelaku ekspor Jawa Timur," katanya.
