Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, memberikan pelatihan kepada sekitar 70 orang pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah setempat supaya mereka bisa naik kelas dan mampu bersaing dengan dunia usaha saat ini.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di Madiun, Rabu, mengatakan pelatihan yang diberikan pada kesempatan kali ini berupa branding, digital marketing, uji nilai gizi, hingga pengemasan produk.
"Pelatihan ini agar para pelaku IKM bisa naik kelas. Saya tidak ingin ini hanya pelatihan seremoni, akan saya kawal terus. Pasti saya ikuti tindak lanjutnya seperti apa," ujar Bagus Panuntun saat membuka pelatihan yang digelar di aula salah satu restoran di Kota Madiun tersebut.
Menurut dia, kegiatan yang diinisaisi oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Madiun tersebut diharapkan mampu mendorong IKM semakin kompetitif di tengah persaingan pasar global.
Pihaknya menambahkan, penguatan IKM menjadi prioritas karena sejalan dengan arah pembangunan Kota Madiun sebagai kota wisata. Ia menilai, tanpa dukungan sumber daya alam yang melimpah, penguatan ekonomi harus bertumpu pada kualitas dan inovasi pelaku usaha lokal.
Selain itu, Plt Wali Kota juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan standarisasi produk agar IKM Kota Madiun mampu menembus pasar modern serta memperluas jangkauan distribusi.
"Standarisasi itu penting. Kalau ingin masuk pasar besar, kualitas dan konsistensi harus dijaga," katanya.
Tak hanya itu, ia turut mendorong penguatan identitas produk khas daerah. Setiap kelurahan diharapkan memiliki produk unggulan sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi lokal.
"Setiap kelurahan nantinya harus punya pembeda. Kita dorong lahirnya jajan khas Kota Madiun yang benar-benar baru dan inovatif," katanya menambahkan.
Bagus menegaskan, dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan produk IKM Kota Madiun semakin berdaya saing, mampu menembus pasar yang lebih luas. Sehingga muaranya berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta: Louis Rika StevaniUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026