Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memberikan pelatihan kepada sekitar 80 orang pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di kabupaten setempat supaya mereka bisa naik kelas dan mampu bersaing dengan dunia usaha saat ini.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa di Mojokerto, Rabu, menjelaskan pelatihan yang diberikan kali ini berupa digital marketing (pemasaran digital) dan branding bagi IKM.
"Pelatihan yang diikuti oleh sedikitnya 80 pelaku IKM se-Kabupaten Mojokerto itu digelar di halaman Aula Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto," ujarnya.
Ia mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mendukung pelaku IKM agar tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan ekonomi yang kini semakin masif karena peranan dunia digital.
"Dengan digital marketing dan branding, pasar atau konsumen akan semakin luas, tidak hanya dari Mojokerto tapi juga dari luar Mojokerto," ujarnya.
Pihaknya juga memberikan fasilitas pendukung, seperti adanya ruangan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang bisa dimanfaatkan untuk berjualan secara live stream siaran langsung, hingga pengadaan layanan sertifikasi halal bagi para pelaku IKM.
Menurut dia kedua hal itu bisa membantu percepatan perkembangan pada sektor usaha masing-masing.
"Kita akan melakukan percepatan melalui sertifikat halal, kemarin dengan bersinergi dengan pihak Universitas Airlangga Surabaya alhamdulillah kita dapat kuota banyak, jauh di atas batas kuota yang awalnya 200 (IKM)," tuturnya.
Ia mengatakan, di era publik dan konsumen yang kian maju sertifikat halal memang menjadi salah satu hal wajib terutama di negara yang penduduk mayoritasnya adalah Muslim.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Endang Tirtana juga mempertegas perihal sertifikat halal tersebut. Dengan tercantumnya sertifikat halal pada produk bisa menambah dan memperluas target pasar, tidak hanya nasional bahkan bisa pula hingga ranah manca negara.
"Kejari mendukung pemerintah pusat dalam mendorong pelaku UKM/IKM melengkapi sertifikasi halal, pentingnya sertifikasi halal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, membuka peluang pasar ekspor, serta melindungi ekonomi rakyat dari persaingan produk asing," kata Endang Tirtana.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.