Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Laila Mufidah mendukung penuh gerakan tanpa gawai di Surabaya kepada pelajar dan usia sekolah yang dimulai pukul 18.00 WIB - 20.00 WIB.
Gerakan perlindungan di era digital ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/7809/436.7.8/2026 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital.
"Kami mendukung penuh kebijakan Wali Kota di era digitalisasi ini. Hidup bersama telepon pintar adalah keniscayaan. Gerakan tanpa gawai ini ikhtiar pemerintah agar anak tidak makin kena dampak gawai," kata Laila, di Surabaya, Selasa.
Ia mengatakan, selain untuk melindungi anak dari pengaruh dan dampak negatif dari aktivitas digital, pembatasan penggunaan gawai di tengah keluarga itu juga untuk mengembalikan interaksi sosial di tengah keluarga.
Diakui Laila bahwa saat ini ada pranata keluarga yang hilang di era modernisasi telepon pintar dan minimnya interaksi sosial antaranggota keluarga.
"Bahkan dengan kedua orang tua juga makin berjarak," katanya.
Menurutnya, anak-anak zaman sekarang lebih asyik berselancar di menu telepon pintar mereka ketimbang ngobrol dengan saudara.
"Semua tidak bisa menghindar di era digitalisasi saat ini. Tapi tidak boleh kebablasan. Apalagi ketagihan," ucap Laila.
Ia menjelaskan, adanya surat edaran menunjukkan bahwa Pemkot Surabaya serius dalam melindungi anak dari pengaruh gawai. Namun kebijakan ini hanya terhenti di imbauan jika tidak ada program rill yang mengikuti kebijakan tersebut.
Akan makin efektif jika edaran itu juga dibarengi dengan program semua pemangku kepentingan. Tidak hanya Dinas Pendidikan, Kantor Perlindungan Anak, sekolah, tokoh masyarakat, hingga perangkat kelurahan harus ikut mensukseskan gerakan tanpa gawai tersebut.
"Kata kuncinya sebenarnya penguatan keluarga. Bagaimana orang tua dan anak sama-sama memahami peran masing-masing. Tugas anak adalah belajar dan bakti, nurut dengan orang tua," tutur Laila.
Namun berharap keluarga untuk sebuah gerakan bersama tidak cukup. Namun politisi perempuan PKB itu yakin bahwa semua bisa dimulai dari keluarga.
"Kalau satu keluarga baik diikuti keluarga lainnya akan sangat indah. Makanya perlu intervensi kebijakan dan program dari Pemkot untuk menumbuhkan kembali keluarga baik ini," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026