Surabaya (ANTARA) - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengecam keras dugaan penipuan bermodus lowongan kerja melibatkan mantan camat berinisial D yang mencuat setelah adanya aduan warga kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan viral di media sosial.

"Atas kejadian ini kami mengimbau dan mewanti-wanti agar setiap ASN dan pejabat publik baik eksekutif maupun Legislatif agar tidak menyalahgunakan wewenang jabatan untuk melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan warga dengan aksi tipu-tipu," kata Cak Yebe sapaan lekatnya, Minggu.

Ia mengatakan, kasus ini bermula dari pengakuan seorang warga yang mengaku diminta membayar Rp25 juta agar anaknya bisa bekerja sebagai tenaga alih daya di lingkungan Pemkot Surabaya. Namun, janji tersebut tidak terealisasi hingga berbulan-bulan, sementara uang yang telah diserahkan tidak kembali.

"Karena sekalipun yang bersangkutan sudah pensiun (mantan camat) namun kejadian ini dilakukan pada saat dirinya masih menjadi ASN dan menjadi pejabat aktif," ujarnya.

Cak Yebe menilai peristiwa ini berdampak pada citra Pemerintahan Kota Surabaya di mata publik. Sehingga, dia meminta agar kejadian serupa tidak terulang dengan memperkuat pengawasan internal terhadap aparatur sipil negara.

"Citra pemerintah kota Surabaya tercoreng atas ulah yg seperti ini. walikota dan pihak inspektorat harus lebih jeli dalam menempatkan ASN di pos-pos vital," ujar Cak Yebe. 

Dia juga menegaskan pentingnya integritas sebagai syarat utama dalam penempatan jabatan strategis. Menurut dia, transparansi melalui pelaporan harta kekayaan menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pejabat publik.

"Faktor integritas harus ditempatkan sebagai aspek prioritas dan LHKPN calon camat bahkan lurah adalah hal mutlak yang harus dilaporkan," katanya.

Ia menjelaskan, Wali Kota Surabaya harus benar-benar selektif dan menerapkan asas kehati-hatian dalam proses rekutmen dan penempatan unsur pimpinan,baik lurah maupun camat dan para kepala perangkat dinas serta memilih orang yang tepat dari beberapa aspek termasuk aspek integritasnya,selain kemampuan manajerial dan leadershipnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menerima langsung aduan warga terkait dugaan penipuan tersebut. Dalam video yang beredar, korban mengaku menyerahkan uang kepada oknum pejabat dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun hingga kini janji tersebut tidak terealisasi.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026