Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lumajang memantau penggunaan elpiji 3 kilogram di kalangan sektor usaha untuk menjaga keseimbangan distribusi sekaligus memastikan ketersediaan elpiji bersubsidi tetap terjaga bagi masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Monitoring dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas sektor, meliputi Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopindag), serta unsur Forkopimca Senduro yang terdiri dari camat, kepolisian dan TNI," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Lumajang, Bonni Momenta dalam keterangannya di kabupaten setempat, Sabtu.
Pemantauan itu menyasar pelaku usaha di wilayah Kecamatan Senduro, khususnya sektor pengolahan hasil pertanian dan usaha kuliner yang menggunakan elpiji dalam operasionalnya.
"Monitoring itu dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan sekaligus menjaga agar distribusi elpiji tetap berjalan lancar dan seimbang," tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan dialog langsung dengan pelaku usaha serta mengamati penggunaan dan ketersediaan elpiji sebagai bagian dari proses pendataan dan pemetaan kebutuhan energi.
"Hasil monitoring menunjukkan bahwa penggunaan elpiji 3 kilogram pada pelaku usaha memiliki variasi sesuai dengan jenis dan skala usaha. Hal itu menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah penataan yang lebih terarah," katanya.
Ia mengatakan pendekatan yang dilakukan Pemkab Lumajang mengedepankan pembinaan dan pendampingan, sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan penggunaan energi secara bertahap tanpa mengganggu keberlangsungan usahanya dan penguatan monitoring itu merupakan bagian dari upaya membangun sistem distribusi yang lebih tertata dan berkelanjutan.
"Kami menjaga keseimbangan distribusi, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas usaha juga tetap berjalan dengan baik," ujarnya.
Bonni menjelaskan bahwa pengawasan itu mengacu pada Surat Edaran Bupati Lumajang Nomor 500.10./1/427.14/2026 tentang Elpiji Tabung 3 Kilogram Bersubsidi, yang menjadi pedoman dalam menjaga keteraturan penyaluran.
Sebagai tindak lanjut, tim lintas sektor terus memperkuat pendataan pelaku usaha untuk memperoleh gambaran kebutuhan yang lebih akurat, sehingga kebijakan distribusi dapat disusun secara lebih tepat.
"Pembinaan berkelanjutan akan dilakukan untuk mendorong penggunaan energi yang sesuai dengan kebutuhan usaha, sekaligus mendukung kelancaran distribusi elpiji bersubsidi di masyarakat," katanya.
Pemkab Lumajang melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala melalui tim terpadu untuk memastikan distribusi elpiji 3 kilogram berjalan lebih tertib dan konsisten, sehingga diharapkan tercipta keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha, serta distribusi elpiji bersubsidi dapat diakses secara merata di kabupaten setempat.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026