Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendorong inovasi pelajar dari SMK Gajah Mada Banyuwangi, Jawa Timur, menciptakan kompor berbahan bakar oli bekas dan minyak goreng bekas pakai atau jelantah terus disempurnakan sehingga konsumen merasa puas produk mereka.

"Aga bisa diproduksi masal dan dimanfaatkan banyak orang, dan saya berharap kreativitas ini bisa menjadi motivasi bagi pelajar yang lain untuk menghasilkan karya-karya yang lebih inovatif," katanya di Banyuwangi, Senin.

Ipuk sangat mengapresiasi kreativitas guru dan siswa SMK Gajah Mada yang terus menunjukkan kreativitasnya dan berhasil menciptakan kompor berbahan bakar limbah cair oli dan jelantah.

"Ini ide kreatif supaya masyarakat tidak hanya bergantung pada elpiji, ternyata ada alternatif bahan bakar yang sangat mudah didapatkan, dan bahkan di rumah kita juga setiap hari memproduksi limbah," katanya.

Sementara guru pembimbing jurusan Otomotif SMK Gajah Mada Banyuwangi, Rusianto menjelaskan gagasan membuat inovasi ini berawal dari keresahan mereka melihat banyaknya limbah oli dari bengkel, maupun minyak jelantah dari industri rumahan yang dibuang begitu saja.

"Padahal ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, dengan demikian limbah cair tersebut tidak sampai terbuang yang akhirnya bisa menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan," katanya.

Menurut Rusianto, ide kreatif itu juga muncul karena keprihatinan mereka melihat ketergantungan masyarakat yang begitu besar pada elpiji.

Inovasi pelajar SMK tersebut, lanjutnya, bisa menjadi solusi alternatif bagi ibu rumah tangga maupun usaha kecil kuliner.

"Meski menggunakan bahan bakar jelantah maupun oli bekas, tidak mempengaruhi rasa pada masakan, tidak ada bau sama sekali," kata Rusianto.

Kompor ini tidak hanya ekonomis, tapi juga ramah lingkungan, hanya dengan memanfaatkan 1 liter oli atau minyak jelantah, kompor bisa menyala 3 hingga 4 jam.

Cara kerjanya juga mudah, sebelum digunakan untuk memasak, kompor harus dipanaskan secara manual selama 5 menit, lalu keran dibuka untuk mengalirkan bahan bakar, berikutnya blower dinyalakan untuk mengatur besar/kecilnya nyala api.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026