Blitar (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar, Jawa Timur, menjaring empat warga negara asing (WNA) dalam Operasi Wirawaspada 2026, yang dilakukan sebagai upaya preventif dan penegakan hukum keimigrasian.
"Petugas mengidentifikasi empat orang asing yang berada di titik target lokasi di wilayah Kabupaten Tulungagung, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Mereka warga asing berkewarganegaraan Jepang, Colombia, dan Bangladesh," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar Aditya Nursanto, di Blitar, Jumat.
Ia menjelaskan warga asing itu terjaring dalam Operasi Wirawaspada 2026 melalui kegiatan pemantauan dan pemeriksaan di sejumlah lokasi yang menjadi titik konsentrasi keberadaan orang asing di wilayah Imigrasi Blitar.
"Penentuan lokasi pengawasan didasarkan pada informasi dan laporan masyarakat serta hasil pemetaan petugas di lapangan," kata dia.
Ia menjelaskan operasi tersebut bertujuan memastikan keberadaan dan aktivitas orang asing di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, kata dia, petugas melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan serta meminta keterangan terkait aktivitas orang asing yang ditemui.
Selain pemeriksaan di tempat tinggal, pengawasan juga dilakukan terhadap orang asing yang didapati sedang melakukan perjalanan.
"Seluruh kegiatan dilaksanakan secara humanis, profesional, dan terkoordinasi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata dia.
Kendati menjaring empat warga asing di wilayah Imigrasi Blitar, kata Aditya, dalam operasi tersebut tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigrasian.
Dia menegaskan operasi ini dapat menjadi upaya preventif dan penegakan hukum keimigrasian, baik di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, maupun secara nasional.
Pihaknya juga sigap dan tegas terhadap dugaan pelanggaran keimigrasian. Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat dapat melaporkan mengenai keberadaan orang asing yang mencurigakan ke kantor.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026