Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengoptimalkan program bantuan pangan sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo di Tulungagung, Kamis (9/4), mengatakan program bantuan pangan tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi menjadi bagian dari strategi negara dalam memastikan akses pangan masyarakat tetap terjaga.
"Program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama saat terjadi kenaikan harga bahan pokok," katanya.
Ia menjelaskan bantuan pangan yang disalurkan mencakup komoditas utama seperti beras dan minyak goreng, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Selain menjaga stabilitas harga, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung penanganan kemiskinan, stunting, serta mengurangi risiko kerawanan pangan di daerah.
Berdasarkan data pemerintah, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Tulungagung mencapai 149.572 orang yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan menambahkan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.
"Distribusi kami lakukan secara bertahap agar penyaluran lebih efektif dan bisa menjangkau seluruh penerima sesuai data," ujarnya.
Ia menegaskan peran Bulog dalam program ini tidak hanya sebagai penyalur, tetapi juga menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan di daerah.
Pemerintah daerah berharap optimalisasi bantuan pangan tersebut dapat menjadi bantalan sosial ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026