Gao (Antara/Reuters) - Lima orang tewas dalam dua serangan bom mobil oleh militan garis keras terhadap kelompok pro-otonomi Tuareg MNLA di sebuah kota terpencil Mali yang berbatasan dengan Aljazair, kata seorang juru bicara gerilyawan, Jumat. Serangan-serangan itu dilakukan di In Khalil, sekitar 1.700 kilometer sebelah timurlaut ibu kota Mali, Bamako, sehari setelah bom mobil menewaskan dua orang di Kidal dan pasukan Prancis serta Mali membunuh 15 militan di jalan-jalan di kota wilayah utara, Gao. Moussa Ag Assarid, seorang wakil MNLA yang berkantor di Paris, mengatakan, tersangka militan garis keras semula berusaha menabrakkan kendaraannya ke sebuah bangunan, namun mobil tersebut dihancurkan oleh gerilyawan sebelum tabrakan itu. Sebuah mobil kedua kemudian menabrak pusat operasi lokal kelompok itu dan meledak. Menurut Assarid, kedua penyerang bom itu dan tiga gerilyawan MNLA tewas dan tiga orang lain cedera. Gerilyawan MNLA menguasai lagi Kidal dan sejumlah kota kecil di sekitar pegunungan Adrar des Ifoghas, dimana banyak muslim garis keras diyakini bersembunyi di dekat perbatasan dengan Alazair. Prancis, yang memiliki hubungan dekat dengan gerilyawan Tuareg di lapangan, membentuk sebuah pangkalan di bandara Kidal. (*)
Berita Terkait
Delapan negara pastikan diri tampil di perempat final Piala Afrika
- 7 Januari 2026 07:02
Senegal dan Mali lolos ke perempat final Piala Afrika
- 4 Januari 2026 09:12
Piala Afrika 2025, Maroko dan Afrika Selatan lolos ke 16 besar
- 30 Desember 2025 06:21
Maroko bermain imbang kontra Mali, Zambia ditahan Komoro
- 27 Desember 2025 09:38
Pelatih Mali U-22: Indonesia bermain efektif, mereka menghukum kami
- 19 November 2025 14:57
Indra Sjafri : Tim ini berbeda dengan tim yang kemarin
- 16 November 2025 05:29
Ferrari sambut baik uji coba Indonesia U-22 lawan Mali
- 13 November 2025 05:58
PSSI rilis harga tiket laga Timnas U-22 Indonesia lawan Mali
- 10 November 2025 17:03
