Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan kesiapsiagaan operasi search and rescue (SAR) khusus pada periode Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan terkoordinasi antarinstansi, seiring lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan maupun keadaan darurat.
“Kami memastikan seluruh elemen dalam kondisi siap siaga maksimal, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi, sehingga berbagai potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya saat mendampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Dalam kesempatan itu, Khofifah dan Syafii melakukan peninjauan di Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yang menjadi salah satu titik krusial mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja Kepala Basarnas untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode Idul Fitri.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berorientasi pada respons cepat saat kejadian, tetapi juga mencakup langkah mitigasi dan edukasi berkelanjutan untuk meminimalkan dampak risiko.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mendorong penguatan edukasi kebencanaan sejak dini, khususnya melalui integrasi dalam kurikulum pendidikan, yang dinilai penting untuk membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana di kalangan pelajar.
Ia juga mengusulkan agar momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, termasuk melalui pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa.
“Edukasi kebencanaan sejak dini penting untuk membangun awareness yang kuat sehingga generasi muda memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menerima piagam penghargaan dari Basarnas atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam penanganan operasi kemanusiaan.
