Pacitan, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, meluncurkan program Sekolah Sak Ngajine (SSN) yang mengintegrasikan pembelajaran madrasah diniyah ke dalam kegiatan pendidikan di sekolah formal.
Penasihat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Provinsi Jawa Timur KH Luqman Harist Dimyati, Kamis, mengatakan program Sekolah Sak Ngajine atau SSN merupakan bentuk implementasi dari Undang-Undang Pesantren.
"Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah," katanya.
Menurut dia, program tersebut penting karena masih banyak umat Islam yang belum mampu membaca Alquran dengan baik, padahal kitab suci itu menjadi sumber utama ajaran dalam kehidupan umat Islam.
Ia menilai program SSN berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain karena integrasi madrasah diniyah dengan sekolah formal baru diterapkan di Kabupaten Pacitan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Khemal Pandu Pratikna mengatakan, program madrasah diniyah tersebut saat ini telah diterapkan di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di daerah itu.
Ia menyebutkan terdapat 72 SMP negeri dan swasta di Pacitan dengan jumlah siswa sekitar 13.980 orang yang mengikuti program tersebut.
Menurut Pandu, kegiatan pembelajaran madrasah diniyah melibatkan 347 ustadz dan ustadzah sebagai pengajar.
“Pelaksanaannya bersifat fleksibel karena penentuan jam kegiatan disesuaikan dengan kebijakan sekolah formal dan madrasah diniyah,” katanya.
