Modal sosial menjadi faktor yang sangat penting dalam komunikasi krisis

Surabaya (ANTARA) - Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) di Jawa Timur membahas pentingnya kolaborasi dalam komunikasi krisis di era digital melalui Webinar Ramadhan PR Connect #Series3 yang digelar secara daring.

“Webinar ini menjadi ruang belajar bersama yang penting bagi akademisi maupun praktisi komunikasi. Krisis tidak mengenal waktu dan bisa terjadi kapan saja sehingga komunikasi dalam situasi krisis harus dilakukan secara kolaboratif,” ujar Ketua BPC Perhumas Madura Dewi Quraisyn, dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Webinar bertema “Kolaborasi dalam Komunikasi Krisis di Era Digital” itu menghadirkan narasumber Kepala Pusat Kerja Sama, Pengembangan Media dan Alumni Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan BPC Perhumas Madura, Moch. Imron Rosyidi. 

Dalam pemaparannya, Imron menekankan pentingnya modal sosial sebagai salah satu elemen kunci dalam komunikasi krisis, khususnya di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat di era digital.

Menurut dia, kepercayaan publik, jaringan relasi, serta hubungan yang baik antar pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mengelola informasi ketika krisis terjadi.

“Modal sosial menjadi faktor yang sangat penting dalam komunikasi krisis. Kepercayaan publik serta hubungan yang kuat antar berbagai pihak akan sangat membantu dalam mengelola informasi sekaligus menjaga reputasi organisasi ketika menghadapi krisis,” katanya.

Pada pekan sebelumnya juga digelar Webinar PR Connect #Series2 bertajuk “Omnichannel Public Relations: Menyatukan Pesan di Berbagai Platform untuk Dampak Maksimal” dengan pembicara praktisi hubungan masyarakat Saza A. Anindyo.

Melalui rangkaian webinar tersebut, BPC Perhumas di Jawa Timur berharap dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas para praktisi komunikasi sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi dinamika komunikasi di era digital.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026