Kegiatan sosial tersebut menjadi momentum bagi para pengusaha perempuan yang tergabung dalam IWAPI untuk berbagi kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
Surabaya (ANTARA) - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Surabaya menggelar kegiatan sosial bertajuk “Keranjang Lebaran” dalam rangkaian program Ramadan dengan melibatkan anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya berbagi serta memperkuat kepedulian sosial.
Ketua IWAPI kota Surabaya, Sofi Riandini, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan organisasi yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.
“Ini kegiatan rutin Ramadan IWAPI Surabaya yang kami beri nama Keranjang Lebaran. Biasanya kami mengundang sekitar 100 anak yatim untuk diajak berbelanja ke mal,” kata Sofi, disela acara di Surabaya, Rabu.
Namun pada tahun ini, lanjutnya, IWAPI Surabaya juga melibatkan anak-anak disabilitas setelah mendapatkan rekomendasi untuk memberikan ruang bagi mereka menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimiliki.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari permainan musik angklung, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga tarian yang dibawakan oleh anak-anak dari lembaga pendidikan khusus disabilitas.
Menurut Sofi, penampilan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi anak-anak tersebut untuk berkarya dan menampilkan kemampuan terbaik mereka.
“Dengan segala keterbatasannya, mereka tetap mampu tampil luar biasa. Ada yang bermain angklung dengan harmonis, mengaji dengan sangat merdu, hingga menari dengan penuh semangat,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan sosial tersebut menjadi momentum bagi para pengusaha perempuan yang tergabung dalam IWAPI untuk berbagi kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
Selama sebelas bulan, kata dia, para anggota IWAPI disibukkan dengan aktivitas bisnis, sementara Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk lebih fokus pada kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Ini saatnya kami memberikan kontribusi kepada masyarakat. Para anggota IWAPI yang mayoritas ibu-ibu pengusaha mengelola kegiatan ini secara mandiri di tengah kesibukan mereka,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, IWAPI memberikan santunan kepada 100 penerima manfaat yang terdiri dari 30 anak disabilitas serta 70 anak yatim dan dhuafa.
Bantuan juga diberikan kepada para guru dan pelatih yang selama ini membimbing anak-anak tersebut.
Sofi menilai para pendidik dan pelatih tersebut memiliki dedikasi tinggi dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026