Nganjuk (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengemukakan kegiatan pasar murah yang dilakukan pemerintah provinsi menjadi salah satu instrumen strategis dalam pengendalian inflasi daerah.
“Pasar murah ini terus kami lakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tetap kuat,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Nganjuk, Selasa.
Pihaknya mengungkapkan masyarakat sangat antusias dengan gelaran pasar murah tersebut.
Hal itu bisa terlihat dari ramainya warga yang mendatangi pasar murah yang digelar di halaman Selatan GOR Bung Karno Kabupaten Nganjuk untuk membeli berbagai komoditas pangan yang disediakan dengan harga lebih rendah dari harga pasar.
Hingga awal Maret 2026, kegiatan ini telah memasuki pelaksanaan ke-43 yang digelar di berbagai daerah di Jawa Timur.
Berbagai kebutuhan pokok yang dijual antara lain beras premium seharga Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp11.000 per kilogram.
Selain itu tersedia pula minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per bungkus, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Bawang putih seharga Rp6.000 per 250 gram dan bawang merah Rp7.000 per 250 gram. Komoditas hortikultura juga dijual dengan harga terjangkau seperti cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.
Tak hanya itu, daging ayam ras juga tersedia dengan harga Rp30.000 per bungkus sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein dengan harga yang lebih bersahabat.
Khofifah menjelaskan, konsistensi pelaksanaan pasar murah di Kabupaten Nganjuk telah berlangsung sejak tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang 2025 lalu, kegiatan serupa telah digelar sebanyak lima kali.
Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam merespons dinamika harga pangan, khususnya komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi.
Pelaksanaan pasar murah ini juga melibatkan berbagai pihak, salah satunya Perum Bulog yang berperan dalam penyediaan sejumlah komoditas strategis.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, berkualitas, dengan harga yang terjangkau," katanya.
Selain menyediakan bahan pokok murah, kegiatan pasar murah juga menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah yang memasarkan berbagai produk olahan kepada masyarakat.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026