Jakarta (ANTARA) - Bintang veteran NBA LeBron James kembali menambah catatan penting dalam kariernya di NBA setelah resmi menjadi pemain dengan jumlah field goal terbanyak sepanjang sejarah liga. Pemain Los Angeles Lakers itu melampaui rekor lama milik Kareem Abdul-Jabbar yang telah bertahan hampir empat dekade.
Rekor tersebut tercipta saat Lakers menghadapi Denver Nuggets di Denver, Jumat. James mencetak field goal ke-15.838 dalam kariernya melalui sebuah turnaround jump shot dari baseline di atas penjagaan pemain Nuggets Zeke Nnaji dengan 12,3 detik tersisa pada kuarter pertama.
Tembakan itu menjadi field goal ketiganya dalam pertandingan tersebut dan memastikan ia melampaui total 15.837 field goal yang sebelumnya dicatat legenda Los Angeles Lakers lainnya, Abdul-Jabbar.
Pencapaian ini menambah panjang daftar rekor individu yang dikoleksi James selama lebih dari dua dekade bermain di NBA. Sebelumnya, ia juga telah mencatatkan diri sebagai pencetak poin terbanyak sepanjang masa liga setelah melampaui Abdul-Jabbar pada 7 Februari 2023. Rekor itu tercipta melalui step-back jump shot dari area dekat garis lemparan bebas.
Sejak saat itu, jumlah poin James terus bertambah dan kini telah melampaui 43.000 angka sepanjang kariernya.
Pelatih Lakers JJ Redick menggambarkan perjalanan panjang karier James dengan analogi seorang musisi legendaris. Menurut Redick, perkembangan prestasi James mengingatkannya pada katalog karya Bruce Springsteen yang terus bertambah dari waktu ke waktu.
“Saya penggemar besar Bruce Springsteen. Album-album awalnya benar-benar memberi energi. Ada semangat muda di sana,” kata Redick sebelum pertandingan. Ia menambahkan bahwa seperti katalog karya Springsteen yang terus berkembang, daftar pencapaian terbaik James juga terus bertambah sepanjang kariernya.
Rekor field goal tersebut mencerminkan konsistensi produksi James sejak awal kariernya di NBA. Ia mencatat field goal pertama pada pertandingan debutnya bersama Cleveland Cavaliers melawan Sacramento Kings pada 29 Oktober 2003.
Saat itu James yang baru berusia 18 tahun mencetak jumper dari jarak menengah di sisi baseline hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai. Laga tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang yang kemudian membawanya melampaui berbagai tonggak statistik di liga.
Perkembangan jumlah field goal James terjadi secara bertahap seiring perjalanan kariernya di beberapa tim. Ia mencapai 2.500 field goal pada Desember 2006 dalam pertandingan Cavaliers melawan Orlando Magic melalui drive yang diakhiri layup di tengah penjagaan lawan.
Puncak performa
Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2010, ia menembus angka 5.000 field goal saat menghadapi Charlotte Bobcats. Pada periode tersebut James sedang berada di puncak performanya dan meraih penghargaan MVP liga secara beruntun.
Produktivitasnya tetap terjaga ketika ia memperkuat Miami Heat. Pada 2013 ia melampaui angka 7.500 field goal saat menghadapi Chicago Bulls. Masa bermain di Miami juga menghasilkan dua gelar juara NBA pada 2012 dan 2013.
Tonggak berikutnya datang pada Januari 2017 ketika James mencatatkan 10.000 field goal dalam pertandingan melawan Phoenix Suns. Pencapaian itu menempatkannya dalam kelompok kecil pemain yang mampu mencapai angka tersebut sepanjang sejarah liga.
Sebagian besar pemain yang menembus angka tersebut kini telah masuk ke dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame, termasuk nama-nama besar seperti Karl Malone, Wilt Chamberlain, Michael Jordan, Kobe Bryant, serta Tim Duncan.
James kemudian mencapai 12.500 field goal pada 2020 saat Lakers menghadapi Minnesota Timberwolves. Ia menjadi pemain keempat dalam sejarah NBA yang menyentuh angka tersebut setelah Abdul-Jabbar, Malone, dan Chamberlain.
Empat tahun kemudian, pada 2024, ia mencatatkan tonggak lain dengan mencapai 15.000 field goal dalam pertandingan melawan Utah Jazz. Saat itu ia menjadi pemain kedua yang menembus angka tersebut setelah Abdul-Jabbar.
Konsistensi James tidak hanya terlihat dari total tembakan masuk, tetapi juga dari stabilitas produksinya dalam setiap pertandingan. Sepanjang kariernya, ia mencatat rata-rata 9,9 field goal per laga.
Penampilan paling produktif dalam kategori tersebut terjadi pada 3 November 2017 ketika Cavaliers mengalahkan Washington Wizards dengan skor 130-122. Dalam pertandingan itu James mencetak 57 poin dengan 23 field goal dari 34 percobaan.
Catatan lain datang saat ia memperkuat Heat pada 2014 ketika mencetak 61 poin dengan 22 field goal dalam kemenangan atas Bobcats.
Distribusi tembakan James sepanjang kariernya juga menunjukkan pola yang stabil. Sebagian besar field goal tercipta pada kuarter pertama karena ia hampir selalu menjadi starter dalam pertandingan yang ia mainkan.
Namun jika dilihat dari rata-rata produksi poin per kuarter, angka tertinggi justru muncul pada kuarter keempat dengan rata-rata 7,2 poin.
Selain rekor field goal, James juga berada di jalur untuk mencatatkan tonggak statistik lain dalam waktu dekat. Ia saat ini menempati posisi kedua dalam daftar pertandingan terbanyak sepanjang masa NBA dengan 1.606 laga, hanya terpaut lima pertandingan dari rekor milik Robert Parish yang mencapai 1.611 pertandingan.
Jika terus tampil dalam jadwal pertandingan Lakers, James berpeluang melampaui rekor tersebut pada 16 Maret ketika Lakers dijadwalkan menghadapi Houston Rockets.
