Pacitan - Perbaikan seluruh infrastruktur jalan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diperkirakan membutuhkan biaya mencapai Rp236 miliar, estimasi nilai ini hanya mencakup 30 ruas jalan kabupaten dan belum termasuk untuk perbaikan akses jalan-jalan perdesaan. "Estimasi anggaran tersebut belum mencakup kebutuhan pengembangan maupun perluasan jalan baru," terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pacitan Heru Wiwoho, Senin. Masalahnya, saat ini pos anggaran untuk perbaikan jalan di Kabupaten Pacitan hanya teralokasi sebesar Rp20 miliar, nilai itu sudah termasuk dana bantuan dari pihak Provinsi Jatim. Heru mengisyaratkan pemerintah daerah setempat akan berupaya melakukan terobosan guna mendapatkan akses anggaran tambahan hingga ke tingkat pusat, namun hasilnya bagaimana ia tidak bisa menjanjikan. Ia mengakui jika jalan yang sebagian besar kondisinya rusak akan mempengaruhi upaya percepatan peningkatan ekonomi. Tidak meratanya proses distribusi maupun kelancaran transportasi dinilai menjadi faktor signifikan terjadinya stagnasi pertumbuhan ekonomi di daerah kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Penyebabnya, transaksi masih terpusat diwilayah pusat kota, sementara untuk wilayah pinggiran belum terlalu besar. Dari total panjang bentang infrastruktur jalan di Kabupaten Pacitan yang mencapai 798 kilometer, sekitar 52,24 persen dinyatakan masih dalam kondisi rusak. Kerusakan di antaranya terlihat di wilayah Ngunut, Kecamatan Bandar, jalan penghubung Kecamatan Tegalombo dan Tulakan, serta Pentung dan Jetak di Kecamatan Tulakan.(*)
Berita Terkait
Istana perkuat peran ANTARA dalam ekosistem informasi global
26 Januari 2026 15:45
Kabiro ANTARA Jatim raih gelar magister di UPNVJT dengan predikat cumlaude
24 Januari 2026 17:21
PM Greenland tidak tahu apa yang disepakati antara Trump dan NATO
23 Januari 2026 10:05
Wamenkomdigi : Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 Januari 2026 17:46
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Jawa Timur
19 Januari 2026 18:27
Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan
14 Januari 2026 15:10
