Sidoarjo - Sebanyak 11 peneliti dari Kyoto University (KU) Jepang dan puluhan peneliti Indonesia yang juga alumni KU, Selasa, mengunjungi kawasan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. "Mereka ingin melihat langsung, karena puluhan peneliti itu sudah sering membaca penelitian tentang lumpur itu, tapi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Sekretaris Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim LPPM ITS, Dr Kriyo Sambodho. Ketua pelaksana workshop itu menjelaskan kunjungan ke kawasan lumpur Lapindo itu merupakan rangkaian dari workshop bertajuk "Geological Disaster Problems in Indonesia and Their Countermeasures" yang merupakan kerja sama Pusat Studi Kebumian LPPM ITS Surabaya dengan KU, 4-5 Februari. "Workshop yang dibuka Rektor ITS Surabaya Prof Ir Tri Yogi Yuwono DEA dan dihadiri Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Noboru Nomura serta Rektor KU Prof Kozuke Mizuno itu memang untuk berbagi pengalaman dan upaya penanggulangan bencana alam, karena kedua negara memang memiliki potensi yang sama,'' katanya. Dalam workshop itu, Prof James Mori dari KU memaparkan hasil penelitiannya tentang Lumpur Sidoarjo bertajuk "The LUSI Mud Volcano: Man Made or Natural Disaster?", namun Prof Mori menyampaikan secara telekonferens, karena tidak dapat hadir ke Surabaya. (*)
Berita Terkait
Peneliti dan pengusaha Jepang tertarik dengan riset pisang dosen Unej
2 September 2025 20:53
Peneliti Jepang puji program MBG tak bebankan biaya ke orang tua murid
13 Februari 2025 19:14
Peneliti Jepang paparkan dampak perubahan iklim terhadap kopi di Unej
9 Maret 2023 20:16
Peneliti Jepang Kaji Islam Damai
1 Agustus 2015 20:16
Peneliti Jepang: Sudah Ada Koalisi Flu Burung-Babi
28 Mei 2012 19:42
Tiga tim ITS raih juara pada Shell Eco-Marathon Qatar 2026
26 Januari 2026 18:17
PLN ajak perguruan tinggi kembangkan PLTN pertama di Indonesia
23 Januari 2026 10:37
ITS dukung kontribusi sains dalam konsorsium rehabilitasi pascabencana
20 Januari 2026 20:39
