Tulungagung, Jatim (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun melakukan penyempitan perlintasan sebidang di Desa Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari di Tulungagung, Jumat, mengatakan penyempitan dilakukan pada jalur perlintasan langsung (JPL) nomor 245 yang berada di petak antara Stasiun Sumbergempol dan Stasiun Tulungagung.

 

"Perlintasan tersebut kerap dilalui truk bermuatan besar. Kondisi jalan yang menanjak berpotensi membahayakan jika kendaraan berat terhenti atau terperosok di rel," kata Tohari.

Menurut dia, penyempitan dilakukan dari lebar awal sekitar empat meter menjadi 2,3 meter dengan pemasangan patok berbahan material rel di sisi jalan serta rambu larangan melintas bagi kendaraan truk.

Langkah tersebut dilakukan bersama Tim Pengamanan KAI, Resort JR 7.12 Tulungagung, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus pengguna jalan.

Berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, sepanjang 2025 tercatat 24 kejadian temperan atau kecelakaan di wilayah operasional tersebut yang mayoritas terjadi di perlintasan sebidang.

Sementara pada awal 2026 hingga pertengahan Februari telah terjadi empat kejadian serupa.

"Kondisi ini menjadi dasar perlunya pengetatan pengamanan pada titik-titik rawan," ujarnya.

 

 

Selain penyempitan, KAI juga berencana melakukan evaluasi terhadap sejumlah perlintasan sebidang lainnya, termasuk kemungkinan penutupan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Tohari mengimbau masyarakat tidak membuka akses perlintasan baru secara ilegal dan selalu menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi rambu dan sistem pengamanan.

"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, terlebih menjelang Lebaran saat frekuensi perjalanan kereta api meningkat," katanya.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026