Madiun (ANTARA) - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur masif melakukan sosialisasi keselamatan perjalanan KA di pelintasan sebidang guna menekan risiko terjadinya kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan dan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari di Madiun, Kamis mengatakan, masifnya kegiatan tersebut diwujudkan dengan melaksanakan sebanyak 115 kali kegiatan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di sepanjang tahun 2025.
"Kegiatan sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang tersebut, digelar secara masif dan berkelanjutan di berbagai wilayah kabupaten dan kota yang dilintasi jalur kereta api di wilayah kerja Daop 7 Madiun," ujar Tohari.
Sesuai data, sosialisasi tersebut tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kota Madiun (3 kali), Kabupaten Madiun (10 kali), Kabupaten Ngawi (16 kali), Kabupaten Kediri (27 kali), Kota Kediri (25 kali), Kabupaten Jombang (5 kali), Kabupaten Blitar (9 kali), Kabupaten Tulungagung (4 kali), Kabupaten Magetan (3 kali), serta Kabupaten Nganjuk (13 kali).
Adapun pelaksanaan kegiatan sosialisasi dilakukan hampir merata sepanjang tahun, dengan rincian bulan Januari 12 kali, Februari 11 kali, Maret 11 kali, April 10 kali, Mei 12 kali, Juli 12 kali, Agustus 4 kali, September 14 kali, Oktober 16 kali, dan November 13 kali kegiatan.
Tohari menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam membangun budaya keselamatan bersama masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintasi perlintasan sebidang.
"Keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Melalui sosialisasi yang rutin dan masif, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi rambu, sinyal, serta mendahulukan perjalanan kereta api," katanya.
Tohari menambahkan, kegiatan sosialisasi keselamatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi lintas pemangku kepentingan, yakni bersama komunitas pecinta kereta api, Dinas Perhubungan, Polri, serta melibatkan mahasiswa Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun.
"Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat pesan keselamatan sekaligus menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas," kata dia.
Saat ini, wilayah Daop 7 Madiun memiliki 216 perlintasan sebidang, yang membentang mulai dari batas wilayah Blitar, Jombang, hingga Walikukun Ngawi. Dari jumlah tersebut, 212 titik merupakan perlintasan resmi dan 4 titik perlintasan tidak resmi.
Jika ditinjau dari aspek penjagaan, terdapat 185 perlintasan dijaga dan 31 perlintasan tidak dijaga.
Perlintasan sebidang yang dijaga terdiri dari 89 titik dijaga oleh Dinas Perhubungan kabupaten/kota, 76 titik dijaga oleh KAI, serta 20 titik dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Sementara itu, 31 titik lainnya hingga kini masih belum dijaga.
KAI terus mengimbau masyarakat agar selalu berhenti sejenak, tengok kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan sebidang, demi keselamatan bersama, yakni perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya.
Pewarta: Louis Rika StevaniUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.