Madiun, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, meluncurkan paket wisata religi sebagai upaya mengembangkan sektor pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di Madiun, Jatim, Minggu, mengatakan paket wisata religi ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan destinasi wisata tematik yang terintegrasi.
"Selama ini Kota Madiun dikenal dengan kawasan Pahlawan Street Center dan Pahlawan Religi Center. Dengan hadirnya paket wisata religi, diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan sejarah serta nilai-nilai religi kepada masyarakat luas," ujarnya.
Paket wisata religi yang diluncurkan tersebut menghubungkan tiga titik destinasi yakni Pahlawan Religi Center (PRC) di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), makam dan Masjid Kuncen di Kelurahan Kuncen, hingga makam dan Masjid Taman di Kelurahan Taman Kota Madiun.
Bagus menambahkan peluncuran paket wisata religi yang tepat menjelang bulan suci Ramadhan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alternatif destinasi liburan dan edukasi sejarah, tetapi juga membawa dampak ganda bagi masyarakat.
"Mulai dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, menggeliatkan sektor ekonomi kreatif, hingga memberdayakan UMKM lokal warga setempat agar semakin naik kelas," kata dia.
Makam Kuno Kuncen layak dijadikan destinasi wisata religi karena di lokasi itu merupakan makam Pangeran Timur atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, yakni Bupati Madiun pertama yang menjabat pada tahun 1568 hingga 1586.
Di kompleks tersebut juga terdapat masjid kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke-16 dan dikenal sebagai Masjid Kuncen.
Sedangkan, Masjid Kuno Taman atau Masjid Donopuro dibangun di abad ke-18 sekitar tahun 1756 atau era kepemimpinan Bupati Madiun Ronggo Prawirodirjo I.
Di Makam Kuno Taman juga terdapat kompleks makam sejumlah tokoh penting di antaranya makam Raden Ronggo Prawirodirjo I atau Raden Ronggo Prawiro Sentiko yang menjadi Bupati Brang Wetan Gunung Lawu (1755-1784), makam Raden Ronggo Prawirodirjo II yang menjabat Bupati Madiun (1784-1797). Adapun Raden Ronggo Prawirodirjo II merupakan kakek dari Raden Ronggo Prawirodiningrat.
Di Makan Kuno Taman juga terdapat makam Raden Bagoes Sentot Prawirodirdjo atau Sentot Ali Basya, yang merupakan panglima perang Pangeran Diponegoro. Sentot Ali merupakan anak Raden Ronggo Prawirodirjo III.
Bagus menekankan fokus utama dari pengembangan paket wisata religi tersebut bukan hanya kunjungan wisatawan, namun juga penggalian potensi budaya dan sejarah, penguatan UMKM, serta peningkatan kompetensi SDM. Unsur masyarakat seperti takmir masjid dan juru kunci situs juga akan diberdayakan menjadi pemandu wisata profesional yang menguasai narasi sejarah karena makam dan masjid kuno tersebut juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
