Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur terus berbenah dan berupaya mengangkat potensi cagar budaya yang dimiliki wilayah setempat guna dikembangkan menjadi destinasi wisata berkonsep urban tourism.
Memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026, Pemkot Madiun meluncurkan paket wisata religi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
"Selama ini Kota Madiun dikenal dengan kawasan Pahlawan Street Center dan Pahlawan Religi Center. Dengan hadirnya paket wisata religi, diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan sejarah serta nilai-nilai religi kepada masyarakat luas," ujar Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, di Kota Madiun, Sabtu.
Paket wisata religi yang diluncurkan itu menghubungkan tiga titik destinasi yakni Pahlawan Religi Center (PRC) di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), makam dan Masjid Kuncen di Kelurahan Kuncen, hingga makam dan Masjid Taman di Kelurahan Taman Kota Madiun.
Salah satu destinasi unggulan dalam paket tersebut adalah Makam Kuno Kuncen yang menjadi tempat peristirahatan Bupati Madiun pertama yang menjabat pada 1568–1586, yakni Pangeran Timur atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno.
Di kompleks tersebut juga berdiri Masjid Kuncen yang diperkirakan dibangun pada abad ke-16, yang digunakan untuk penyebaran agama islam di wilayah Madiun waktu itu.
Sementara itu, Masjid Kuno Taman atau Masjid Donopuro dibangun pada abad ke-18 sekitar tahun 1756, pada era kepemimpinan Bupati Madiun Ronggo Prawirodirjo I, yang juga sama digunakan untuk penyebaran ajaran agama islam waktu itu.
Di kawasan Makam Kuno Taman juga terdapat makam sejumlah tokoh penting, di antaranya Raden Ronggo Prawirodirjo I, Raden Ronggo Prawirodirjo II, serta Raden Bagoes Sentot Prawirodirdjo atau Sentot Ali Basya, panglima perang Pangeran Diponegoro.

Bagus menekankan fokus utama pengembangan paket wisata religi tersebut bukan hanya kunjungan wisatawan, namun juga penggalian potensi budaya, penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Ia menambahkan peluncuran paket wisata religi menjelang bulan suci Ramadhan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alternatif destinasi liburan dan edukasi sejarah, tetapi juga membawa dampak ganda bagi masyarakat.
"Mulai dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, menggeliatkan sektor ekonomi kreatif, hingga memberdayakan UMKM lokal warga setempat agar semakin naik kelas," kata Bagus.
Pihaknya juga mengajak jajaran dan masyarakat Kota Madiun untuk terlibat dalam pengembangan potensi wisata tersebut.
Di antaranya dengan mewujudkan sadar wisata (Sapta Pesona) di lingkungan masing-masing agar sektor pariwisata di Kota Madiun dapat kondusif dan diminati oleh banyak wisatawan.
