Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menekankan pelaksanaan pelayanan yang profesional untuk menjaga kepercayaan publik.
Kepala Polresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan pelayanan yang diberikan oleh personel harus mengedepankan prinsip humanis, cepat, dan tepat.
"Polri harus terus bertransformasi menuju perubahan besar dalam dalam memberikan layanan ke masyarakat. Kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi kunci agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga," kata Putu.
Instruksi untuk menjaga kepercayaan publik juga menindaklanjuti amanah dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa institusi Polri saat ini harus terus bergerak menuju perubahan besar atau transformasi, seiring perkembangan situasi sosial, ekonomi, dan teknologi di tengah masyarakat.
Putu menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan penguatan internal tentang pengoptimalan dalam menjalankan tugas pelayanan bagi masyarakat.
Kemudian, meningkatkan soliditas serta kesiapan personel dalam menghadapi dinamika keamanan, sosial, dan aktivitas masyarakat.
Mengenai konsep keamanan, mantan Wakil Direktur Reserse Umum Polda Metro Jaya menyampaikan petugas tidak boleh hanya mengedepankan pendekatan reaktif dalam menghadapi dinamika sosial yang muncul, tetapi perlu lebih mengutamakan langkah preventif dan preemtif.
Pendekatan preventif dan preemtif dipandangnya merupakan sebuah strategi dalam membendung potensi gangguan sedini mungkin.
"Aman bukan berarti tidak ada apa-apa, tetapi bagaimana potensi gangguan bisa dideteksi lebih awal dan dicegah sebelum berkembang menjadi masalah," ujar dia.
Dia juga meminta setiap personel Polresta Malang supaya meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga pola pengamanan Kota Malang serta antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berjalan maksimal.
Instruksi ini juga menjadi bagian mempersiapkan seluruh anggota menyongsong bulan Ramadhan hingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan momen Idul Fitri.
"Jangan sampai pelayanan kami justru melukai hati masyarakat," tutur dia.
