Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Calon haji asal Tulungagung, Jawa Timur, yang telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk musim haji 2026 mencapai 1.196 orang, melebihi kuota yang ditetapkan sehingga berpotensi menimbulkan penundaan keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tulungagung Suryani, Jumat, mengatakan masa pelunasan BPIH telah ditutup pada Januari 2026.
"Saat ini pelunasan sudah ditutup dan tercatat 1.196 calon haji (calhaj) Tulungagung telah melunasi BPIH serta dinyatakan istita’ah atau memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat," kata Suryani.
Ia menjelaskan total biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sebesar Rp93 juta, dengan nilai pelunasan yang dibayarkan setiap calhaj sekitar Rp33 juta.
Menurut Suryani, mayoritas calhaj yang telah melunasi berusia antara 60 hingga 70 tahun.
Selain itu terdapat sekitar 70 calhaj kategori prioritas lanjut usia di atas 80 tahun.
Di tingkat provinsi, kuota haji Jawa Timur tahun 2026 ditetapkan sebanyak 42.409 orang.
Namun, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH se-Jawa Timur dilaporkan telah mencapai lebih dari 43 ribu orang.
"Karena jumlah pelunasan melebihi kuota, maka ada kemungkinan sebagian jemaah akan ditunda keberangkatannya berdasarkan nomor antrean," ujarnya.
Penundaan tersebut, lanjutnya, akan mengacu pada urutan porsi.
Menurut dia, calhaj dengan nomor antrean terakhir berpotensi diberangkatkan pada musim haji tahun berikutnya.
Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 21 April 2026. Hingga kini pembagian kelompok terbang (kloter) masih menunggu penetapan resmi.
Suryani memperkirakan, Tulungagung berpotensi masuk kloter akhir, mengingat pada musim haji 2025 daerah itu tergabung dalam kloter awal.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026