Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur.
"Dengan adanya bantuan ini sebanyak 18 ribu hektare lahan produktif di wilayah ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen jika ditunjang modernisasi alat pertanian," katanya di Sidoarjo, Kamis.
Bambang Haryo menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Sidoarjo meliputi empat unit traktor roda empat, dua unit excavator rotavator, serta 12 unit hand traktor.
Bambang Haryo mengatakan, bantuan alsintan menjadi kebutuhan penting petani untuk mempercepat proses produksi, khususnya pascapanen.
“Sidoarjo ini masih merupakan wilayah yang lahan produktif, lahan hijaunya masih cukup luas. Ada 18.000 hektare yang diharapkan dengan peralatan pertanian ini produktivitas pertanian meningkat,” ujarnya.
Ia mengatakan, penggunaan alat pertanian modern diyakini mampu mempercepat pengolahan lahan sekaligus mendukung efisiensi petani.
Bambang Haryo juga merinci jenis bantuan alsintan yang diserahkan kepada petani.
“Traktor roda empatnya empat, excavator rotavator dua unit, hand traktor 12. Ini memang sangat dibutuhkan masyarakat petani,” katanya.
Menurut Bambang, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membersihkan lahan setelah masa panen, sehingga petani bisa lebih cepat memasuki masa tanam berikutnya.
Selain padi, Bambang menyebut komoditas tebu juga berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi pertanian daerah.
“Ini tidak hanya padi tapi juga tebu yang bisa mendukung pelangsungan pabrik gula yang ada di Sidoarjo yang dulu pernah jaya di zaman Belanda,” katanya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo Eny Rustianingsih mengatakan bantuan alsintan tersebut menjadi dukungan nyata bagi pengembangan kawasan pangan berkelanjutan di wilayah barat Sidoarjo.
“Kami alhamdulillah dibantu dari Pak Bambang. Semakin giat terutama ada teman-teman Kades juga yang aktif di wilayah barat. Lokasinya banyak di wilayah barat yang akan dikembangkan menjadi kawasan cadangan pangan,” kata Eny.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut masuk dalam program KP2B (Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan) yang ke depan akan diperkuat menjadi LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).
“Sekarang bahasanya KP2B, kawasan pangan berkelanjutan yang nanti akan menjadi LP2B,” jelasnya.
