Surabaya - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur optimistis kebijakan impor sapi perah di Jatim dapat mengantisipasi kekurangan stok komoditas tersebut yang kini mencapai sekitar 300.000 ekor. "Untuk itu, kami datangkan sapi perah impor asal Australia. Sampai sekarang totalnya mencapai 29.000 ekor sapi perah dan dikirim secara bertahap ke Jatim," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Budi Setiawan, di Surabaya, Sabtu. Menurut dia, kebijakan pemerintah terkait impor sapi perah memang wajar mengingat permintaan susu di Jatim sangat besar, sedangkan pasokannya selalu kurang selama ini. "Kebutuhan susu di Jatim mencapai sekitar 1.600 ton per hari. Sementara, kemampuan produksi susu di Jatim hanya mencapai 900 ton per hari," ujarnya. Angka tersebut, jelas dia, diharapkan dapat mencukupi besaran konsumsi susu per kapita di Jatim meskipun sampai sekarang minat masyarakat secara nasional untuk minum susu masih rendah. "Sesuai data tahun 2011, konsumsi susu penduduk Indonesia hanya mencapai 12,85 liter," katanya. (*)
Berita Terkait
RI hingga Jepang diselidiki AS atas dugaan praktik dagang tidak sehat
12 Maret 2026 14:40
Bea Cukai perketat pengawasan peredaran jam tangan mewah
11 Maret 2026 06:56
Polisi ungkap peredaran bawang bombai impor tak sesuai standar
7 Maret 2026 17:00
UE akan balas tegas jika Trump kenakan tarif tambahan pada Spanyol
6 Maret 2026 16:20
Bahlil: Impor minyak dari AS sudah berlangsung
5 Maret 2026 10:19
Tolak bantu AS, Spanyol berpotensi kehilangan separuh impor LNG
5 Maret 2026 09:38
Bahlil: Impor bioetanol AS untuk penuhi selisih produksi dalam negeri
4 Maret 2026 10:50
BPS: Neraca perdagangan Jatim defisit 497,75 juta dolar AS
2 Maret 2026 21:57
