Kediri (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terus memperkuat edukasi mengenai pencegahan dan penanganan stunting guna meningkatkan kesadaran masyarakat serta menekan angka prevalensi stunting di wilayah setempat.

"Kami terus memberikan edukasi terkait stunting, salah satunya mengenai pentingnya pola pengasuhan anak yang ideal," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito, di Kediri, Senin.

Dia mengatakan upaya pencegahan dan penanganan stunting menjadi perhatian tersendiri bagi PKK Kabupaten Kediri, sebagai salah satu upaya menciptakan generasi unggul di wilayah setempat.

"Terkait penanganan stunting, perlu diketahui bahwa untuk menekan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak itu tidak sekadar memberikan tambahan makanan. Melainkan perlu adanya edukasi, pendampingan ibu hamil hingga pemantauan tumbuh kembang balita," katanya.

Pihaknya juga menggelar lomba penyuluhan 10 Program Pokok PKK, yang diikuti para ketua Tim Penggerak PKK tingkat desa. Menurut Mbak Cicha, sapaan akrab Eriani Annisa Hanindhito, dengan lomba penyuluhan itu bagian dari edukasi yang dilakukan oleh PKK Kabupaten Kediri.

Kegiatan lomba mengangkat tema yang tidak jauh dari kehidupan keseharian yakni pola asuh anak di era digital, kesehatan pangan keluarga, dan pencegahan stunting.

"Saya berharap lomba penyuluhan ini tidak sekedar kompetisi, mencari siapa yang terbaik namun juga untuk mengukur sejauh mana kerja kita semua dan seberapa besar dampak yang bisa dirasakan masyarakat," katanya.

Mbak Cicha menambahkan penyuluhan merupakan ujung tombak perubahan. Dengan penyuluhan atau edukasi, kader bisa menjelaskan tentang bagaimana cara pengurus atau kader PKK dapat menyentuh masyarakat, hingga melakukan perubahan ke arah yang positif.

Pihaknya mencontohkan, saat ini, banyak anak-anak dalam kehidupan kesehariannya lebih dekat dengan gawai daripada berkomunikasi dengan orang tua.

"Di sinilah peran ibu, dibantu kader PKK untuk mengingatkan bahwa pendampingan, batas waktu penggunaan gawai dan komunikasi hangat di rumah jauh lebih penting daripada sekadar memberi handphone agar anak diam," kata dia.

Dirinya juga meyakini PKK adalah garda depan dalam memberikan edukasi terkait dengan peran orangtua dan penanganan stunting. Salah satunya, dengan pemberian makan bergizi sehingga bisa mencegah stunting.

"Saya yakin kader-kader PKK desa adalah garda paling depan sekaligus ujung tombak penurunan stunting," kata dia.

Pihaknya berharap nantinya setiap orang tua mengerti pola pengasuhan anak yang ideal hingga cara mengolah makanan bergizi. Hingga pada akhirnya angka stunting di wilayah setempat dapat ditekan.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan angka stunting di Kabupaten Kediri pada Agustus 2025 turun hingga 8,04 persen, dari hasil bulan timbang Agustus 2024.

Bupati juga mengatakan penurunan sebesar 0,42 persen dibandingkan tahun 2024 itu dinilai belum signifikan dan masih perlu ditangani secara serius.

Pemkab menegaskan penurunan tersebut belum cukup untuk mencapai target Kabupaten Kediri sebagai daerah zero stunting.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026