Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berkolaborasi dengan TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun 2026 di Kecamatan Puncu, kabupaten setempat.

Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, Rabu mengemukakan TMMD merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui TMMD, pembangunan infrastruktur desa dapat dipercepat dan diharapkan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi serta kualitas hidup masyarakat,” katanya di Kediri.

Dalam TMMD 2026 ini, program difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Selain itu dilakukan pembangunan jalan dan fasilitas umum, TMMD juga diisi dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Untuk sasaran fisik, TMMD menargetkan pembangunan jalan tembus Dusun Sumber Bahagia menuju Dusun Kapasan sepanjang 1.657 meter, renovasi 10 unit rumah tidak layak huni, renovasi satu unit mushalla, serta pengecatan empat bangunan sekolah.

Sementara itu, program unggulan TNI AD yang dilaksanakan meliputi pembuatan lima titik sumur bor, renovasi 20 unit MCK, penghijauan dengan penanaman 1.000 bibit tanaman, serta penguatan ketahanan pangan melalui penanaman jagung seluas satu hektare.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri, dengan kegiatan pengolahan makanan sehat sebagai upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.

Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih dalam edukasi ini, selain menjelaskan tentang olahan pangan sehat juga sosialisasi fortifikasi pangan. Edukasi ini bagian dari upaya penurunan stunting di Kabupaten Kediri.

"Kami lakukan sosialisasi fortifikasi pangan, yaitu penambahan zat esensial berupa vitamin dan mineral ke dalam bahan makanan pokok," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu contoh fortifikasi yang disosialisasikan adalah fortifikasi garam dengan yodium.

Menurutnya, yodium memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu hamil, meski tetap harus dikonsumsi sesuai takaran yang dianjurkan.

"Yodium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak dan ibu hamil, namun konsumsinya tetap harus sesuai takaran karena jika berlebihan juga tidak baik," jelas Tutik.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, Persit Kartika Chandra Kirana, kader posyandu, kader KB, hingga keluarga berisiko stunting.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026