Cara ini sangat ampuh untuk memberikan pemahaman dasar mengenai bahaya bencana dan langkah penanganannya, sekaligus menjaga ketenangan anak-anak di lokasi pengungsian.

Surabaya (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur memberikan pelatihan mendongeng dan membaca nyaring (read aloud) kepada staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan layanan literasi bagi masyarakat terdampak bencana.

Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi, mengatakan kolaborasi ini bertujuan membangun layanan publik yang holistik melalui pendekatan literasi, termasuk literasi kebencanaan yang selama ini dikembangkan BPBD Jatim melalui pojok baca.

“Kami berharap sinergi ini mampu memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat terkait penanganan bencana melalui pendekatan literasi,” kata Tiat di sela pelatihan yang digelar di Kantor BPBD Jatim, Waru, Sidoarjo, Selasa.

Pelatihan tersebut merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam menghadirkan pendekatan pelayanan yang lebih komprehensif, khususnya bagi pengungsi, terutama anak-anak, di masa tanggap darurat bencana. 

Ia menjelaskan, mendongeng dan read aloud menjadi metode efektif untuk menyampaikan pesan kebencanaan secara sederhana dan mudah dipahami, terutama bagi anak-anak. 

Pendekatan ini dinilai mampu menanamkan pemahaman sejak pra bencana, saat kejadian, hingga pasca bencana.

“Cara ini sangat ampuh untuk memberikan pemahaman dasar mengenai bahaya bencana dan langkah penanganannya, sekaligus menjaga ketenangan anak-anak di lokasi pengungsian,” ujarnya.

Menurut Tiat, dongeng merupakan media edukasi yang efektif karena menggabungkan unsur imajinasi, ketenangan, dan pesan moral. 

Melalui tokoh-tokoh sederhana seperti hewan atau anak-anak cerdas, pesan siaga bencana dapat tersampaikan dengan lebih menarik.

Ia menambahkan, metode mendongeng dan read aloud juga terbukti mampu menumbuhkan minat baca sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Pada kesempatan itu, Tiat juga mengapresiasi BPBD Jatim yang meraih juara pertama lomba pojok baca yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, salah satu pendongeng, Kartikanita Widyasari atau akrab disapa Kak Ninit, menyampaikan bahwa dongeng dapat menjadi pintu awal untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku.

Selain mendongeng, Kak Ninit juga memberikan workshop membaca nyaring kepada peserta pelatihan. Menurutnya, pengenalan buku sejak dini menjadi tanggung jawab bersama.

“Reading is our business. Membaca adalah urusan kita semua. Dongeng dan read aloud bisa menjadi pijakan agar anak-anak keranjingan membaca,” ujarnya.

Dalam sesi praktik, Kak Ninit membawakan dongeng berjudul Awas, Banjir Datang yang disiarkan secara daring melalui program Dongeng Online (Dolen) di akun Instagram Disperpusip Jatim. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 87 siswa TK Terpadu Baiturrahman, Sidoarjo.
 



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026