Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan telah menemukan dua korban wisatawan yang merupakan kakak beradik yang terseret ombak di Pantai Seruni Payangan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban atas nama Barokatul Hidayat (27) ditemukan pada Senin (1/6) pagi, sedangkan korban Rifki (22) ditemukan malam harinya. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Komandan Tim Operasi SAR Jefriyansah Putra Pratama di Jember, Selasa.
Kedua korban kakak beradik yang merupakan warga Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, itu berwisata di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, pada Sabtu (30/5). Keduanya mandi dan berenang di sekitar pantai hingga terseret ombak pantai selatan Jember dan dilaporkan hilang.
"Korban pertama ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (1/6) pukul 05.30 WIB setelah Tim SAR menerima informasi dari nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar perairan Payangan," tuturnya.
Setelah dilakukan pengecekan dan proses evakuasi, korban berhasil dievakuasi pada koordinat 08°26'25.909"S - 113°34'56.435"E atau sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian ke arah 161 derajat.
Kemudian pada pukul 21.00 WIB tim SAR gabungan menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya sesosok tubuh yang terlihat mengapung di sekitar perairan Pantai Payangan.
"Menindaklanjuti informasi tersebut tim segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi. Pada pukul 21.35 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.
Korban Rifki (22) ditemukan pada posisi radial 160,13 derajat dengan jarak sekitar 1,24 kilometer dari lokasi kejadian awal, tepatnya pada koordinat 8°26’27”S - 113°34’57”E.
"Selanjutnya jenazah korban dibawa menuju Puskesmas Ambulu untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," katanya.
Dengan ditemukan kedua korban, kata dia, maka operasi SAR pencarian wisatawan yang hilang di Pantai Payangan ditutup dan semua tim SAR kembali ke posnya masing-masing.
"Dengan telah ditemukan seluruh korban, maka Operasi SAR di Pantai Payangan diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," ujarnya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih atas sinergi, kerja sama, dan dedikasi seluruh unsur SAR Gabungan serta masyarakat yang telah membantu selama pelaksanaan operasi pencarian korban.
Operasi SAR melibatkan unsur dari Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat setempat.
Selama operasi berlangsung pihaknya didukung berbagai sarana dan peralatan pencarian, termasuk perahu karet, rescue truck, peralatan water rescue, alat komunikasi, serta armada milik unsur potensi SAR.
Pihak Basarnas dan BPBD Jember kembali mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di wilayah pesisir selatan yang memiliki karakteristik gelombang dan arus laut yang kuat serta dapat berubah sewaktu-waktu.
Pewarta: Zumrotun SolichahUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026