Surabaya (ANTARA) - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Kampung Cerdas di kota setempat.
Ketua Pansus Raperda Pengembangan Kampung Cerdas Azhar Kahfi, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa mengatakan raperda ini tidak hanya mengatur konsep secara umum, tetapi juga menyiapkan peta jalan atau rencana strategis (renstra) pengembangan kampung secara menyeluruh.
“Pansus ini membahas rencana strategis pengembangan kampung cerdas, mulai dari pendampingan, perencanaan, hingga output yang diharapkan. Jadi ini bukan sekadar wacana, tapi ada arah yang jelas,” katanya.
Menurutnya, esensi kampung cerdas adalah pengembangan potensi kampung secara terstruktur dan berkelanjutan mulai dari sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga penguatan identitas lokal berbasis teknologi dan inovasi.
“Jadi sebenarnya lebih ke pengembangan potensi kampung,” ucapnya.
Kahfi menjelaskan, konsep kampung cerdas Surabaya disiapkan agar selaras dengan standar internasional, khususnya ASEAN Smart City Network (ASCN). Hal itu karena Indonesia telah tergabung dalam jaringan tersebut, dengan sekitar delapan kota yang telah masuk nominasi ASCN.
Kahfi mencontohkan di Jawa Timur, Banyuwangi menjadi salah satu kota yang telah lebih dulu masuk dalam ASCN. Selain itu, kata dia, kota-kota lain seperti Makassar, Palembang, dan Bali juga telah terdaftar dalam jaringan kerja sama antarnegara ASEAN tersebut.
“ASCN itu adalah ASEAN Smart City Nomination. Di dalamnya ada kerja sama lintas negara, pengembangan kampung, kreativitas lokal, hingga penguatan jenama kampung,” katanya.
Ia menilai, Surabaya sebenarnya sudah memiliki infrastruktur yang sangat memadai untuk masuk dalam ASCN. Namun, satu hal krusial yang selama ini menjadi kendala adalah belum adanya payung hukum yang secara khusus mengatur pengembangan kampung berbasis konsep smart city.
“Surabaya infrastrukturnya sudah lengkap. Tapi untuk bisa masuk ASCN, kita belum punya aturannya. Itu yang sedang kami siapkan lewat Raperda ini,” ujarnya.
